Pejabat Baru PPU Diminta Tak Sekadar Isi Jabatan, PR Lama Harus Diselesaikan

- Jurnalis

Senin, 14 September 2026 - 21:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi I DPRD PPU, M Bijak Ilhamdani

Anggota Komisi I DPRD PPU, M Bijak Ilhamdani

INFONUSA.CO, PENAJAM – Pejabat yang nantinya terpilih melalui proses open bidding di lingkungan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diminta tidak hanya fokus menjalankan program baru. Berbagai persoalan yang selama ini menjadi pekerjaan rumah di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) juga harus diselesaikan.

Anggota Komisi I DPRD PPU, M Bijak Ilhamdani, menyampaikan hal tersebut menanggapi proses seleksi terbuka untuk lima jabatan kepala OPD di lingkungan Pemkab PPU. Bijak mengatakan DPRD masih menunggu hasil seleksi dan tidak ingin memberikan penilaian terhadap kandidat sebelum pejabat ditetapkan.

“Siapapun yang terpilih ya yang terbaik,” ungkapnya.

Menurutnya, penentuan pejabat merupakan kewenangan pemerintah daerah berdasarkan hasil proses seleksi dan penilaian terhadap masing-masing kandidat. Ia berharap pejabat yang dipilih memiliki kapasitas untuk menjalankan tugas sekaligus menyelesaikan persoalan di OPD yang dipimpinnya.

“Yang terbaik berdasarkan hasil penilaian yang nantinya menjadi penilaian bupati, mana yang dianggap kapabel untuk bisa bekerja di bawah bimbingan Pak Bupati,” ujarnya.

Bijak juga menilai tidak tepat jika hanya lima OPD yang mengikuti seleksi tersebut dianggap memiliki posisi paling penting dibandingkan perangkat daerah lainnya. Setiap OPD, kata dia, memiliki tugas dan fungsi yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.

“Bagi saya sebenarnya tidak ada area OPD yang terlalu krusial. Ada juga yang tertinggal. Semua punya peran dan fungsinya masing-masing,” jelasnya.

Karena itu, ia meminta seluruh OPD mendapatkan perhatian secara proporsional. Menurutnya, setiap perangkat daerah memiliki persoalan dan kebutuhan yang harus ditangani sesuai dengan tugas masing-masing.

“Walaupun kata lima ini krusial, saya pikir treatment-nya juga harus tetap sama. Tidak ada yang boleh terlalu merasa bahwa ini OPD grade A, tier A, tier B, tier C. Semua sama dengan porsinya masing-masing,” katanya.

Ia berharap kepala OPD yang baru nantinya mampu mengoptimalkan sumber daya yang tersedia. Pengelolaan tersebut harus dilakukan secara proporsional agar kebutuhan organisasi dapat dipenuhi tanpa kekurangan maupun penggunaan sumber daya yang berlebihan.

“Nah, harapan kita OPD ini bisa maksimal dengan semua sumber daya yang dimiliki. Enggak juga kurang, enggak juga berlebihan. Saya pikir proporsional,” ujarnya.

Namun, Bijak menekankan bahwa pekerjaan kepala OPD baru tidak berhenti pada penyusunan dan pelaksanaan program ke depan. Persoalan yang telah muncul sebelumnya juga harus menjadi bagian dari tanggung jawab pejabat yang baru. Menurutnya, pergantian kepala OPD seharusnya menjadi momentum untuk memperbaiki pelayanan sekaligus menjawab persoalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

“Harapannya bisa diselesaikan dulu yang sebelum-sebelumnya. Jadi penyerahannya enggak lalu untuk apa dia punya kepala dinas baru kalau tidak bisa menyelesaikan harapan-harapan yang lama itu,” tegasnya.

Ia menilai keberhasilan pejabat baru tidak cukup dilihat dari seberapa banyak program baru yang dijalankan. Kemampuan menyelesaikan persoalan yang sudah ada juga menjadi bagian penting dalam menilai kinerja kepala OPD.

“Pejabat yang ditentukan oleh Pak Bupati ini bisa menjawab semua harapan-harapan dan keluhan-keluhan yang sudah disampaikan sejauh ini,” pungkasnya. (ADV/N/DPRDPPU)

Berita Terkait

Fiskal PPU Tertekan, Ketua DPRD Minta APBD Fokus pada Kebutuhan Dasar
DPRD PPU: Kopdes Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak, Tapi Pengelola Harus Transparan
Beras PPU Banyak Keluar Daerah, DPRD Soroti Rantai Distribusi
DPRD PPU Soroti Serapan Gabah, Petani Jangan Dibebani Persoalan Pascapanen
DPRD PPU Soroti Pengawasan Dapur MBG, Keamanan Makanan Jadi Perhatian
Karhutla dan Kemarau Tekan PPU, DPRD Dorong Embung untuk Selamatkan Pertanian
CT Scan Sudah Ada, DPRD PPU Dorong SDM dan Perawatan Alat Diperkuat
Kurang Bayar Rp300 Miliar Belum Cair, DPRD PPU Soroti Risiko Tertundanya Pembangunan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 21:51 WIB

Fiskal PPU Tertekan, Ketua DPRD Minta APBD Fokus pada Kebutuhan Dasar

Rabu, 16 September 2026 - 21:49 WIB

DPRD PPU: Kopdes Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak, Tapi Pengelola Harus Transparan

Selasa, 15 September 2026 - 21:47 WIB

Beras PPU Banyak Keluar Daerah, DPRD Soroti Rantai Distribusi

Senin, 14 September 2026 - 21:45 WIB

DPRD PPU Soroti Serapan Gabah, Petani Jangan Dibebani Persoalan Pascapanen

Senin, 14 September 2026 - 21:43 WIB

Pejabat Baru PPU Diminta Tak Sekadar Isi Jabatan, PR Lama Harus Diselesaikan

Berita Terbaru

Foto: Eksebisi Gulat Tradisional Benjang pada Pembukaan Oltrad Erau Adat Kutai 2026

Pemkab Kukar

Dispora Kukar Buka Ruang Benjang Tampil di Tingkat Kecamatan

Rabu, 23 Sep 2026 - 18:26 WIB

Foto: Plt. Kepala Disperindag Kukar, Buhanuddin.

Pemkab Kukar

Pemkab Kukar Kaji Legalitas Pungutan Parkir Tangga Arung

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:42 WIB

Foto: Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufidah.

Pemkab Kukar

Kukar Kejar Stunting 12,2 Persen, Intervensi Gizi Tetap Berjalan

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:39 WIB