Karhutla dan Kemarau Tekan PPU, DPRD Dorong Embung untuk Selamatkan Pertanian

- Jurnalis

Jumat, 11 September 2026 - 21:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD PPU, Syafrudin HR

Anggota Komisi II DPRD PPU, Syafrudin HR

INFONUSA.CO, PENAJAM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kemarau panjang dinilai menimbulkan dampak yang semakin luas bagi masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Selain meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat asap, kondisi kering juga mengancam sektor pertanian yang masih banyak bergantung pada air hujan.

Anggota Komisi II DPRD PPU, Syafrudin HR, mengatakan karhutla tidak lagi dapat dilihat hanya sebagai persoalan daerah. Asap yang ditimbulkan dapat menyebar lintas wilayah hingga berpotensi memengaruhi negara tetangga.

“Masalah kebakaran hutan ini bukan masalah daerah saja, tapi masalah nasional bahkan internasional. Kita dekat dengan Malaysia dan Singapura,” kata Syafrudin.

Menurutnya, penyebaran asap juga perlu menjadi perhatian dari sisi kesehatan masyarakat. Paparan asap karhutla berpotensi meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama ketika kualitas udara menurun.

“Kalau ada seperti itu, bagaimana pandangan negara sebelah terhadap kita. Belum lagi potensi ISPA karena asap,” ujarnya.

Di sisi lain, dampak kemarau panjang mulai dirasakan sektor pertanian PPU. Syafrudin mengatakan sebagian lahan pertanian masyarakat masih mengandalkan sistem tadah hujan sehingga sangat bergantung pada kondisi cuaca.
Ketika musim kering berlangsung panjang, keterbatasan air dapat mengganggu pertumbuhan tanaman hingga meningkatkan risiko gagal panen.

“Bagaimanapun sampai kapan pun kalau musim kering pasti ada yang kekurangan air. Kita ini memang tadah hujan,” katanya.

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap hujan, Syafrudin mendorong pembangunan embung di kawasan kelompok tani. Menurutnya, embung dapat digunakan sebagai tempat penampungan air yang bisa dimanfaatkan ketika sumber air mulai terbatas.

“Kalau ada ratusan hektare ditanam, paling tidak satu hektare dibuatkan embung,” ujarnya.

Ia mengusulkan agar setiap kelompok tani memiliki embung sebagai cadangan air. Infrastruktur sederhana tersebut dinilai dapat membantu petani mempertahankan lahan ketika kemarau berlangsung lebih panjang dari biasanya.

“Setiap kelompok tani itu paling tidak ada dibuatkan embung. Embung-embung itu untuk penampungan air. Kalau musim kemarau berkepanjangan seperti ini, paling tidak ada yang bisa menolong petani,” katanya.

Syafrudin menyebut keterbatasan air sebenarnya bukan persoalan baru bagi PPU. Menurutnya, kebutuhan air untuk berbagai sektor telah lama menjadi salah satu kendala pembangunan daerah.

“Kendala kabupaten ini dari dulu cuma air. Kita sudah sering minta bagaimana air dari Long Kali bisa masuk ke sini, tapi sampai sekarang belum ada. Jadi kita memang tadah hujan terus,” ujarnya.

Ia mengingatkan ancaman terhadap pertanian akan semakin besar apabila kondisi kering berlangsung hingga awal tahun. Risiko gagal panen bukan sekadar perkiraan, karena kondisi serupa disebut telah dialami petani sebelumnya.

“Jelas sudah, ini sudah dialami petani. Sudah berkali-kali seperti itu,” pungkasnya. (ADV/N/DPRDPPU)

Berita Terkait

DPRD PPU Soroti Kepastian Aturan Investasi: Potensi Besar Saja Tak Cukup
Fiskal PPU Tertekan, Ketua DPRD Minta APBD Fokus pada Kebutuhan Dasar
DPRD PPU: Kopdes Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak, Tapi Pengelola Harus Transparan
Beras PPU Banyak Keluar Daerah, DPRD Soroti Rantai Distribusi
DPRD PPU Soroti Serapan Gabah, Petani Jangan Dibebani Persoalan Pascapanen
Pejabat Baru PPU Diminta Tak Sekadar Isi Jabatan, PR Lama Harus Diselesaikan
DPRD PPU Soroti Pengawasan Dapur MBG, Keamanan Makanan Jadi Perhatian
CT Scan Sudah Ada, DPRD PPU Dorong SDM dan Perawatan Alat Diperkuat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 21:25 WIB

DPRD PPU Soroti Kepastian Aturan Investasi: Potensi Besar Saja Tak Cukup

Rabu, 16 September 2026 - 21:51 WIB

Fiskal PPU Tertekan, Ketua DPRD Minta APBD Fokus pada Kebutuhan Dasar

Rabu, 16 September 2026 - 21:49 WIB

DPRD PPU: Kopdes Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak, Tapi Pengelola Harus Transparan

Selasa, 15 September 2026 - 21:47 WIB

Beras PPU Banyak Keluar Daerah, DPRD Soroti Rantai Distribusi

Senin, 14 September 2026 - 21:45 WIB

DPRD PPU Soroti Serapan Gabah, Petani Jangan Dibebani Persoalan Pascapanen

Berita Terbaru

Foto: Eksebisi Gulat Tradisional Benjang pada Pembukaan Oltrad Erau Adat Kutai 2026

Pemkab Kukar

Dispora Kukar Buka Ruang Benjang Tampil di Tingkat Kecamatan

Rabu, 23 Sep 2026 - 18:26 WIB

Foto: Plt. Kepala Disperindag Kukar, Buhanuddin.

Pemkab Kukar

Pemkab Kukar Kaji Legalitas Pungutan Parkir Tangga Arung

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:42 WIB