RS KORPRI Diresmikan, PMII Samarinda Harap Jadi Solusi Permasalahan Kesehatan

- Jurnalis

Rabu, 27 September 2023 - 11:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Istimewa

Istimewa

Infonusa.co, Samarinda – Pasal 28H ayat (1) UUD NRI 1945 menyatakan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Hal ini menjadi legitimasi bahwa negara melalui Pemda wajib memberikan jaminan tersedianya pelayanan kesehatan.

Pada awal Februari 2023 Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Samarinda menggelar aksi di kantor Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim untuk mempertegas keseriusan PEMPROV dalam membangun RSUD Korpri, yang mana molor dari jadwal selesai yang telah ditentukan yakni harusnya beroperasi pada 2022 lalu.

“Sebelumnya, PT Telaga Pasir Kuta sebagai kontraktor dengan pagu anggaran 43M tidak mampu melaksanakan tanggungjawabnya meski bahkan diberikan waktu tambahan 50 hari. Sehingga diberikan sanksi penghentian kontrak pelaksana pembangunan berujung melakukan blacklist lelang selama 2 tahun”, tambah Abror yang juga merupakan mahasiswa Fakultas Hukum UNMUL.

Selasa, 26 September 2023 Gubernur Kaltim meresmikan sejumlah gedung salah satunya RS KORPRI. Fasilitas kesehatan berplat merah yang menghabiskan anggaran 30 miliar setelah diambil alih PUPR-PERA Kaltim diharapkan bisa menjadi solusi persoalan kesehatan di Kaltim khususnya Kota Samarinda.

“Tentunya masyarakat Kaltim terlebih warga Kota Samarinda sangat bahagia atas hadirnya RSUD ini yang diharap dapat jadi jalan keluar akibat kurangnya fasilitas kesehatan karena padat penduduk namun faskes minim”, Jelas Abrori Ketua PMII Samarinda.

Selain itu, PMII Samarinda mengingatkan bahwa kewajiban memberikan jaminan kesehatan oleh negara merupakan hak konstitusional yang dimiliki masyarakat, sehingga prioritas faskes masyarakat harus menjadi perhatian khusus bagi Pemda.

“Atas peristiwa ini, kami PMII Samarinda akan terus menjadi pengawas eksternal Pemerintah Daerah dan menjadi penyeimbang sebagai konsekuen negara hukum demokrasi. Kedepannya Pemda harus lebih ketat dan selektif pada kontraktor terutama harus memiliki sertifikasi dan _track record_ yang jelas agar capaian dan target dari Pemda tidak meleset, pun juga tidak menimbulkan kerugian negara atas peristiwa itu”, tutup orang nomor satu di PMII Kota Samarinda.

Berita Terkait

KSOP Samarinda Sambut Positif Kehadiran Maritim Muda Kaltim, Dorong Kolaborasi Penguatan Sektor Kemaritiman
Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 01:15 WIB

KSOP Samarinda Sambut Positif Kehadiran Maritim Muda Kaltim, Dorong Kolaborasi Penguatan Sektor Kemaritiman

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:03 WIB

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Berita Terbaru