Yakob Desak Pemkot Samarinda Tingkatkan Keberpihakan pada Sanggar Seni

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 15:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Yakob Pangedongan. (Istimewa)

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Yakob Pangedongan. (Istimewa)

Infonusa.co, Samarinda – Jajaran Komisi IV DPRD Kota Samarinda menginstruksikan pemerintah daerah untuk memperluas porsi perhatian terhadap eksistensi dan perkembangan sanggar-sanggar seni di Kota Tepian. Parlemen menilai, denyut nadi sektor kebudayaan lokal saat ini masih berjalan tertatih-tatih akibat minimnya sokongan konkret, terutama dari aspek pendanaan serta pemenuhan fasilitas pembinaan bakat.

​Garis haluan tersebut ditekankan oleh Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Yakob Pangedongan, pasca-menerima kunjungan audiensi dari jajaran pengurus Sanggar Paduan Suara Borneo Cantata beberapa waktu lalu.

​Dalam pertemuan tersebut, pihak legislatif mengapresiasi setinggi-tingginya kontribusi masif yang telah diukir oleh Borneo Cantata dalam mengharumkan nama daerah di panggung dunia. Selama bertahun-tahun, kelompok paduan suara legendaris ini dinilai konsisten menjadi duta seni yang membawa identitas Samarinda dan Kalimantan Timur ke berbagai ajang kompetisi internasional.

​Bahkan dalam catatan terbaru, Borneo Cantata kembali mendapatkan mandat sakral untuk bertindak sebagai salah satu representasi Indonesia dalam perhelatan kebudayaan internasional yang diselenggarakan di Korea Selatan.

​“Kelompok seni ini adalah aset sekaligus potensi luar biasa yang dimiliki Samarinda. Sungguh sangat ironis dan disayangkan apabila perhatian serta kepedulian dari pemerintah daerah terhadap mereka masih sangat minim,” sentil Yakob.

​Menurut Yakob, batu sandungan utama yang selama ini mengunci ruang gerak kreatif sanggar-sanggar seni di Samarinda bermuara pada cekaknya plot anggaran serta keterbatasan sarana penunjang aktivitas. Dirinya mengkritisi kebijakan penganggaran daerah yang hingga kini belum menempatkan bidang kebudayaan ke dalam matriks program prioritas utama.

​Ia memaparkan, walaupun secara struktural urusan pelestarian budaya bernaung di bawah payung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), alokasi dana untuk pembinaan seni sering kali terpinggirkan karena tidak masuk dalam kategori belanja wajib (mandatory spending) pemerintah.

​“Faktanya, porsi anggaran yang dikucurkan untuk sektor kebudayaan kita masih jauh dari kata ideal jika diukur dari kebutuhan riil para pelaku seni di lapangan,” cetusnya.

​Atas dasar itulah, DPRD mendesak jajaran eksekutif untuk mengubah cara pandang dan mulai menaruh atensi serius, terlebih jika pemerintah kota memiliki visi besar untuk mentransformasikan Samarinda menjadi kota kreatif yang maju lewat denyut seni dan budaya.

​Selain menuntut aksi nyata dari pemkot, pihak parlemen juga telah menyiapkan skema taktis internal untuk menjaga keberlangsungan hidup sanggar seni. Wakil Ketua DPRD Samarinda, Celni Pita Sari, dikonfirmasi siap pasang badan untuk mengawal dan memperjuangkan sokongan finansial bagi agenda operasional serta pembinaan jangka panjang Borneo Cantata.

​Lebih jauh, Komisi IV juga menelurkan wacana inovatif dengan menggagas gerakan “Bapak Angkat”, di mana para anggota dewan akan dilibatkan secara personal sebagai pembina bagi sanggar-sanggar seni lokal yang berprestasi.

​Formulasi ini diharapkan mampu menjadi sekoci penyelamat untuk menjaga kesinambungan aktivitas seni, sekaligus membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda Kota Tepian untuk mengasah bakat dan mengeksplorasi potensi diri.

​Melalui penguatan regulasi dan jaminan dukungan kolektif ini, DPRD Samarinda menaruh asa besar agar ekosistem seni budaya di Samarinda dapat tumbuh lebih bergairah, mandiri, serta mampu terus mencetak prestasi emas hingga ke level internasional. (San/Adv)

Berita Terkait

Semarakkan HUT ke-81 RI, DPRD Samarinda Gelar Beragam Acara Tanpa APBD
Jangan Cuma Dirazia, Anhar Minta Penanganan Gepeng Diikuti Pembinaan dan Rehabilitasi
Data Penduduk Belum Valid, DPRD Samarinda Minta Disdukcapil Cepat Terapkan KTP Digital ​
Wacana Pengalihan Pengelolaan Guru ASN ke Pemerintah Pusat, DPRD Samarinda Beri Respon Cepat
DPRD Samarinda Gerak Cepat Dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkotika Untuk Generasi Muda
Dorong Perlindungan Pekerja, Sri Puji Astuti Soroti Pentingnya Surat Edaran Wali Kota
6.000 Anak di Samarinda Belum Bersekolah, Komisi IV DPRD Ungkap Dominasi Usia PAUD
Warga Ramai-Ramai Beralih ke Pertalite Membuat SPBU Mengular, Novan Syahronie Desak Pertamina Cari Solusi
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:26 WIB

Semarakkan HUT ke-81 RI, DPRD Samarinda Gelar Beragam Acara Tanpa APBD

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Jangan Cuma Dirazia, Anhar Minta Penanganan Gepeng Diikuti Pembinaan dan Rehabilitasi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:56 WIB

Data Penduduk Belum Valid, DPRD Samarinda Minta Disdukcapil Cepat Terapkan KTP Digital ​

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:51 WIB

Wacana Pengalihan Pengelolaan Guru ASN ke Pemerintah Pusat, DPRD Samarinda Beri Respon Cepat

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:49 WIB

DPRD Samarinda Gerak Cepat Dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkotika Untuk Generasi Muda

Berita Terbaru