Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh

- Jurnalis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan

Infonusa.co, Samarinda – Banjir yang terus berulang di berbagai wilayah Kalimantan Timur dinilai tidak bisa lagi dipandang semata sebagai akibat faktor alam. DPRD Kaltim menilai ada persoalan serius dalam pengelolaan lingkungan, khususnya terkait aktivitas pertambangan dan perkebunan skala besar.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) perusahaan yang beroperasi di Kaltim. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kegiatan usaha tidak mengorbankan keselamatan masyarakat.

Menurutnya, pembukaan lahan, perubahan kontur tanah, hingga berkurangnya daerah resapan air akibat aktivitas industri berkontribusi besar terhadap meningkatnya risiko banjir. Karena itu, peninjauan ulang perizinan dan kepatuhan perusahaan terhadap kewajiban lingkungan perlu dilakukan secara serius.

“Banjir yang terjadi berulang kali ini tidak bisa terus dianggap sebagai kejadian alamiah. Ada dampak aktivitas manusia yang harus diakui dan dievaluasi,” ujarnya.

Agusriansyah menekankan bahwa tanggung jawab menjaga lingkungan tidak hanya berada di tangan pemerintah, tetapi juga perusahaan sebagai pelaku usaha. Pelaksanaan AMDAL, menurutnya, tidak boleh berhenti pada dokumen administratif, melainkan harus benar-benar dijalankan di lapangan.

Ia juga meminta pengawasan diperketat agar komitmen perusahaan terhadap pemulihan dan perlindungan lingkungan tidak sekadar formalitas. Pasalnya, dampak banjir yang terus terjadi telah menimbulkan kerugian besar, baik secara ekonomi maupun sosial, serta mengancam keselamatan warga.

“Ini menyangkut hajat hidup masyarakat. Kalau pengelolaan lingkungan diabaikan, yang paling dirugikan adalah rakyat,” tegasnya.

DPRD Kaltim berharap evaluasi AMDAL dapat menjadi langkah awal untuk memperbaiki tata kelola lingkungan di daerah, sehingga risiko bencana dapat ditekan dan keberlanjutan pembangunan tetap terjaga.

(Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman
Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus
DPRD Samarinda ajak Mahasiswa Tak Sekadar Kritik, Tapi Ikut Kawal Kebijakan Daerah
DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK
DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan
Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah
DPRD Samarinda Minta OPD Jangan Malu Curhat Soal Minimnya Anggaran dan Fasilitas Pelayanan
Sampah Menumpuk Bukan Melulu Soal Kinerja, DPRD Samarinda Minta Evaluasi Total Armada DLH
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:39 WIB

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:38 WIB

Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:35 WIB

DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:33 WIB

DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:31 WIB

Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah

Berita Terbaru