Pemenuhan Air Bersih Ditarget 2029, DPRD Samarinda Desak Perumdam Lakukan Akselerasi Lebih Cepat

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Ronald Stephen Lonteng.

Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Ronald Stephen Lonteng.

Infonusa.co, Samarinda – Jajaran DPRD Kota Samarinda mendesak manajemen Perumdam Tirta Kencana untuk mengambil langkah taktis dalam mempercepat perluasan jangkauan layanan air bersih ke seluruh lapisan masyarakat.

​Cetak biru target pemenuhan interkoneksi air bersih 100 persen yang semula dipatok rampung pada tahun 2029 dinilai dewan bisa direalisasikan lebih awal, asalkan program distribusi dan akselerasi pembangunan infrastruktur digenjot sejak periode berjalan.

​Sekretaris Komisi I DPRD Samarinda, Ronal Stephen Lonteng, membeberkan indikator capaian layanan air bersih di Kota Tepian saat ini baru menyentuh angka kisaran 84 persen.

​Melihat data tersebut, ia optimistis masih ada ruang yang sangat lebar untuk merampungkan pekerjaan rumah pemenuhan air bersih ini dalam tempo yang jauh lebih singkat.

​“Apabila ritme pengerjaan dan perluasan jaringan dipacu secara maksimal, target pemenuhan total itu sejatinya bisa diketuk sebelum 2029. Bahkan, menurut hitungan kami, melompat ke tahun 2027 adalah target yang cukup rasional,” papar Ronal.

​Dirinya menggarisbawahi bahwa pasokan air bersih merupakan hak konstitusional dan kebutuhan primer warga yang wajib dipenuhi oleh pemerintah daerah tanpa pengecualian. Kendati demikian, mengacu pada laporan monitoring parlemen, potret buram diskriminasi layanan masih dijumpai di beberapa zona, terkhusus bagi warga yang bermukim di wilayah pinggiran kota.

​Satu di antara wilayah yang memantik perhatian serius dewan yakni kawasan Bendang yang terletak di Kecamatan Samarinda Ulu. Konstituen di zona tersebut dilaporkan masih terseok-seok untuk mengakses pasokan air bersih yang representatif, sehingga terpaksa bergantung pada pemanfaatan sumber air alternatif yang belum teruji klinis.

​Di samping masalah disparitas pelayanan, DPRD juga menyoroti kendala teknis operasional di lapangan, khususnya performa jaringan pipa distribusi yang dinilai loyo. Dewan menyayangkan adanya kasus di mana instalasi pipa sirkulasi sudah terpasang rapi di depan pekarangan rumah, namun aliran airnya justru kerap macet dan mampet.

​“Orientasi kerja jangan cuma terpaku pada seremonial atau target kuantitas penanaman pipa di bawah tanah. Poin krusialnya adalah memastikan air itu mengalir lancar, jernih, dan langsung bisa dimanfaatkan secara nyata oleh warga,” sentilnya.

​Guna memotong birokrasi penanganan, pihak legislatif mendorong jajaran direksi Perumdam untuk segera menggelar audit performa serta pemetaan ulang (mapping) peta wilayah prioritas.

​Rangkaian langkah evaluatif ini dipandang penting agar proyeksi pendirian Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang baru maupun revitalisasi jaringan pipa yang telah uzur dapat dieksekusi secara presisi, efektif, dan tepat sasaran.

​Ronal juga melayangkan peringatan keras kepada pihak eksekutif agar tidak menjadikan opsi pemanfaatan air dari kolam eks lubang tambang batu bara sebagai jalan pintas atau solusi permanen untuk menyuplai hajat hidup warga. Ia menegaskan bahwa masyarakat Samarinda berhak mendapatkan pasokan air yang aman, higienis, serta lolos uji baku mutu kesehatan.

​”Akselerasi jangkauan air bersih ini bukan sekadar urusan pemenuhan portofolio pencapaian target kerja di atas kertas bagi pemerintah. Ini adalah fondasi utama bagi pemerataan hak hidup dan peningkatan kualitas kesejahteraan warga di seantero wilayah kota,” tutup Ronal secara tegas. (San/Adv)

Berita Terkait

Perkuat Pengusaha Muda, HIPMI Samarinda Serahkan Usulan Perda Kewirausahaan ke DPRD
DPRD Samarinda: W Super Club Belum Layak Beroperasi Jika Andalalin Belum Rampung
RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman
Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus
DPRD Samarinda ajak Mahasiswa Tak Sekadar Kritik, Tapi Ikut Kawal Kebijakan Daerah
DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK
DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan
Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 16:24 WIB

Perkuat Pengusaha Muda, HIPMI Samarinda Serahkan Usulan Perda Kewirausahaan ke DPRD

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:26 WIB

DPRD Samarinda: W Super Club Belum Layak Beroperasi Jika Andalalin Belum Rampung

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:39 WIB

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:38 WIB

Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:35 WIB

DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK

Berita Terbaru