Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

- Jurnalis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi I DPRD Kaltim, Budianto Bulang

Anggota Komisi I DPRD Kaltim, Budianto Bulang

Infonusa.co, Samarinda – Akses yang jauh dan medan perjalanan yang tidak mudah tidak menghalangi langkah Anggota Komisi I DPRD Kaltim, Budianto Bulang, untuk menyapa langsung masyarakat Desa Long Nyelong, Kecamatan Busang, Kabupaten Kutai Timur. Perjalanan darat hingga enam jam ditempuh demi memastikan masyarakat di wilayah pedalaman turut mendapatkan pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan.

Dalam kunjungan tersebut, Budianto Bulang melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya DPRD Kaltim mendekatkan regulasi daerah kepada masyarakat hingga ke pelosok.

Kehadiran wakil rakyat itu disambut antusias oleh warga bersama aparatur desa. Kepala Desa Long Nyelong, Nopem Endan, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menilai kegiatan sosialisasi perda menjadi ruang penting bagi masyarakat untuk berinteraksi langsung dengan anggota DPRD provinsi.

Ia berharap hubungan komunikasi dan silaturahmi yang telah terjalin dapat terus berlanjut, sehingga aspirasi dan kebutuhan warga desa dapat tersampaikan secara langsung kepada pemerintah daerah.

Dalam penyampaiannya, Budianto Bulang menegaskan bahwa sosialisasi perda bukan sekadar agenda formal, melainkan bentuk tanggung jawab moral anggota legislatif dalam memberikan edukasi hukum dan kebangsaan kepada masyarakat.

“Perda ini dirancang untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelasnya.

Ia menilai, penguatan nilai kebangsaan perlu dimulai dari tingkat paling bawah, yakni desa, agar semangat persatuan dan cinta tanah air tumbuh secara alami dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Sementara itu, narasumber kegiatan, Muhammad Hasbi Moa, mengajak warga untuk menerapkan nilai Pancasila secara nyata melalui sikap gotong royong, saling menghormati, dan kepedulian sosial antarwarga. Menurutnya, praktik sederhana tersebut merupakan cerminan langsung dari nilai-nilai luhur Pancasila.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Desa Long Nyelong dapat menjadi contoh komunitas yang menjunjung tinggi nilai kebangsaan serta memperkuat persatuan dalam keberagaman.

(Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman
Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus
DPRD Samarinda ajak Mahasiswa Tak Sekadar Kritik, Tapi Ikut Kawal Kebijakan Daerah
DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK
DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan
Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah
DPRD Samarinda Minta OPD Jangan Malu Curhat Soal Minimnya Anggaran dan Fasilitas Pelayanan
Sampah Menumpuk Bukan Melulu Soal Kinerja, DPRD Samarinda Minta Evaluasi Total Armada DLH
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:39 WIB

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:38 WIB

Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:35 WIB

DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:33 WIB

DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:31 WIB

Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah

Berita Terbaru