Anggaran Sewa Mobil Dinas Rp160 Juta Sebulan Tuai Kritik, Komisi I DPRD Samarinda Agendakan Evaluasi Total

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Samri Shaputra

Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Samri Shaputra

Infonusa.co, Samarinda – Jajaran DPRD Kota Samarinda memberikan atensi serius terhadap kebijakan Pemerintah Kota Samarinda yang mengalokasikan dana fantastis mencapai Rp160 juta per bulan hanya untuk menyewa kendaraan dinas. Pihak parlemen menegaskan bakal menguliti klausul pengadaan tersebut melalui koridor fungsi pengawasan legislatif.

​Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, membeberkan bahwa draf rincian mengenai operasional sewa unit mobil premium jenis Land Rover Defender tersebut sejatinya luput dari pembahasan mendalam saat penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bersama tim anggaran pemerintah daerah (TAPD).

​Ia memaparkan, lembaran dokumen anggaran yang disodorkan ke dewan selama ini jamak mengadopsi sistem gelondongan atau hanya memuat akun belanja secara makro, tanpa memerinci jenis unit dan spesifikasi teknis barang yang akan diadakan.

​“Dalam postur APBD, biasanya yang tersurat hanya pagu indikatif pos besarnya saja. Kami di dewan tidak disajikan detail item per item hingga ke tingkat merek atau skema penyewaan kendaraan mewah tersebut,” ungkap Samri.

​Samri mengakui, pola penganggaran yang bersifat global itu kerap kali mengaburkan pandangan DPRD untuk mendeteksi potensi pemborosan anggaran sejak fase awal perencanaan. Kendati demikian, munculnya riak ketidakpuasan di ruang publik menjadi pemantik bagi parlemen untuk mengaktifkan hak pengawasannya secara radikal.

​“Begitu kebijakan ini memicu polemik dan menjadi sorotan tajam di tengah masyarakat, tentu kami tidak tinggal diam. DPRD akan segera memanggil instansi penanggung jawab untuk meminta pertanggungjawaban serta klarifikasi resmi,” tegasnya.

​Pihak legislatif mempertanyakan urgensi serta rasionalisasi di balik kontrak sewa kendaraan mewah berbiaya jumbo tersebut, terlebih jika tujuannya sebatas memfasilitasi kebutuhan mobilitas tamu-tamu VIP pemerintah daerah. Di mata dewan, opsi sewa jangka pendek (daily rental) jauh lebih logis dan hemat dibanding mengikat kontrak bulanan yang menguras kas daerah.

​“Apabila peruntukannya murni untuk menyambut tamu kedinasan, formula sewa harian tentu jauh lebih efektif, ekonomis, serta tidak meletakkan beban fiskal yang terlampau berat pada keuangan daerah,” sentil Samri secara lugas.

​Lebih lanjut, politisi Samarinda ini memastikan bahwa benang kusut tata kelola belanja operasional ini bakal dijadikan materi pembahasan utama dalam agenda sidang evaluasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) kepala daerah. Langkah penetrasi ini mutlak diambil guna menguji apakah serapan anggaran tersebut sudah memenuhi asas kepatutan dan prinsip kehati-hatian (prudent).

​Samri menggarisbawahi bahwa pengawasan ketat terhadap setiap rupiah belanja daerah merupakan mandat konstitusi yang diemban DPRD. Hal ini krusial demi memastikan postur keuangan Pemerintah Kota Samarinda tetap dikelola secara transparan, akuntabel, dan benar-benar berorientasi pada kemaslahatan publik luas, bukan untuk pemenuhan fasilitas fasilitas yang berlebihan. (San/Adv)

Berita Terkait

Perkuat Pengusaha Muda, HIPMI Samarinda Serahkan Usulan Perda Kewirausahaan ke DPRD
DPRD Samarinda: W Super Club Belum Layak Beroperasi Jika Andalalin Belum Rampung
RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman
Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus
DPRD Samarinda ajak Mahasiswa Tak Sekadar Kritik, Tapi Ikut Kawal Kebijakan Daerah
DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK
DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan
Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 16:24 WIB

Perkuat Pengusaha Muda, HIPMI Samarinda Serahkan Usulan Perda Kewirausahaan ke DPRD

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:26 WIB

DPRD Samarinda: W Super Club Belum Layak Beroperasi Jika Andalalin Belum Rampung

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:39 WIB

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:38 WIB

Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:35 WIB

DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK

Berita Terbaru