INFONUSA.CO, PENAJAM – Upaya mendorong investasi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dinilai perlu diikuti dengan pembenahan infrastruktur dasar. Wakil Ketua I DPRD PPU, Syahrudin, menilai ketersediaan listrik, air, dan akses jalan menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan pemerintah daerah jika ingin meningkatkan daya tarik investasi.
Syahrudin mengatakan pemerintah daerah tetap perlu membuka ruang bagi investor untuk menanamkan modal di PPU. Namun, peluang investasi tersebut harus diimbangi dengan kesiapan fasilitas pendukung agar kegiatan usaha dapat berjalan dengan baik.
“Memang kita sangat berharap dengan adanya investasi-investasi di PPU dan kita memberikan ruang kepada para investor karena memang sekarang PPU lagi menggeliat,” kata Syahrudin.
Menurutnya, percepatan investasi penting dilakukan karena peluang pertumbuhan ekonomi perlu dimanfaatkan ketika momentum tersebut tersedia. Pemerintah daerah, kata dia, perlu memberikan ruang kepada investor selama investasi yang masuk dapat memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat.
“Mudah-mudahan ke depan kita terus memberikan ruang kepada investor-investor untuk berinvestasi. Kalau tidak, sekarang kapan lagi? Saya kira lebih cepat lebih baik,” ujarnya.
Namun, Syahrudin mengakui capaian investasi PPU saat ini masih relatif rendah. Ia menyebut capaian investasi daerah berada pada kisaran 1 persen lebih. Salah satu faktor yang dinilai memengaruhi kondisi tersebut adalah keterbatasan fasilitas dasar. Menurutnya, investor tidak hanya mempertimbangkan potensi ekonomi suatu daerah. Ketersediaan infrastruktur juga menjadi bagian penting dalam menentukan kelangsungan kegiatan usaha.
“Iya, memang kondisi saat ini karena terbatas fasilitas, saya kira ini semakin ke depan semakin kita perbaiki-perbaiki,” jelasnya.
Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah pasokan listrik. Syahrudin menilai kondisi kelistrikan dapat berpengaruh terhadap kegiatan investasi karena listrik merupakan kebutuhan dasar bagi operasional usaha.
“Apalagi kondisi sekarang listrik PLN itu kondisinya lagi menurun, sehingga investasi juga sangat berpengaruh untuk itu. Karena itu menjadi kebutuhan dasar,” katanya.
Selain listrik, pemerintah daerah juga dinilai perlu memperhatikan ketersediaan air dan akses jalan. Ketiga infrastruktur tersebut disebut sebagai kebutuhan utama yang perlu disiapkan seiring dengan upaya meningkatkan aktivitas ekonomi dan investasi di PPU.
“Selain PLN, ketersediaan air dan akses jalan. Tentu ini yang menjadi prioritas utama,” tegas Syahrudin.
Ia menilai pembukaan ruang investasi perlu berjalan beriringan dengan peningkatan fasilitas dasar. Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, peluang investasi yang masuk berpotensi menghadapi kendala dalam menjalankan kegiatan usahanya.
Karena itu, DPRD PPU mendorong pemerintah daerah tidak hanya berfokus menarik investor, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar yang menunjang kegiatan ekonomi terus dibenahi. Menurut Syahrudin, pembenahan tersebut penting agar investasi yang masuk dapat berjalan dan memberikan dampak terhadap perekonomian daerah serta membuka peluang bagi masyarakat lokal.
“Percepatan investasi harus berjalan beriringan dengan pembenahan fasilitas dasar,” pungkasnya. (ADV/N/DPRDPPU)










