Infonusa.co, Samarinda– Pemerataan akses bagi seluruh kalangan pemuda di Kalimantan Timur kini memasuki babak baru. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim memperkenalkan aplikasi digital bernama Sepakat, sebuah platform yang tidak hanya berfungsi sebagai sistem pendataan, tetapi juga instrumen strategis untuk memastikan keterlibatan kelompok perempuan dan penyandang disabilitas dalam setiap program kepemudaan.
Sepakat hadir dengan fitur pengumpulan data secara waktu nyata, sehingga Dispora dapat memantau partisipasi pemuda lebih rinci dan akurat. Informasi yang terekam tidak hanya sebatas jumlah peserta, melainkan juga terbagi berdasarkan gender dan status disabilitas. Mekanisme ini menjadi langkah maju dalam mengarahkan program agar lebih tepat sasaran dan berkeadilan.
Sub Koordinator Kepemimpinan, Kepeloporan, dan Kemitraan Pemuda Dispora Kaltim, Rusmulyadi, menegaskan bahwa inklusivitas adalah kunci utama.
“Perempuan dan penyandang disabilitas memiliki ruang khusus dalam setiap kegiatan. Melalui aplikasi Sepakat, kita bisa langsung melihat jumlah keterlibatan mereka dalam sebuah pelatihan atau program,” ujarnya
Dengan data awal yang dihimpun, Dispora Kaltim dapat segera melakukan intervensi jika ditemukan ketimpangan partisipasi.
“Misalnya di satu daerah jumlah peserta perempuan masih minim, maka kami bisa segera menghubungi pihak kecamatan untuk menambah keterlibatan mereka sebelum pelatihan dimulai,” sambungnya.
Strategi berbasis data ini dianggap penting karena memungkinkan pemetaan sejak dini, bukan hanya sekadar evaluasi setelah kegiatan selesai. Rusmulyadi menekankan bahwa prinsip inklusi harus diterapkan nyata dalam perencanaan dan pelaksanaan.
“Dengan Sepakat, sejak awal kami sudah tahu berapa perempuan, berapa laki-laki, dan berapa penyandang disabilitas yang terlibat. Jadi pengendalian bisa dilakukan sebelum program berjalan,” jelasnya.
Pendekatan digital ini diharapkan mampu menghapus kesenjangan dan memberi kesempatan setara bagi semua pemuda di Kaltim. Lebih dari sekadar alat, Sepakat menjadi jembatan untuk memastikan setiap lapisan masyarakat merasa hadir dan memiliki peran dalam pembangunan daerah. (Ina/Adv/DisporaKaltim)









