​Gunakan Aplikasi Lama 2024, DPRD Samarinda Soroti Penentuan Jarak Sekolah yang Masih Manual

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 23:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​Sekretaris Komisi I DPRD Samarinda, Ronal Stephen Lonteng (foto:inf)

​Sekretaris Komisi I DPRD Samarinda, Ronal Stephen Lonteng (foto:inf)

Infonusa.co, Samarinda – Komisi I DPRD Kota Samarinda mengkritik sistem penentuan jarak rumah siswa ke sekolah pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Menurut dewan, sistem tersebut belum otomatis karena penentuan lokasi masih dimasukkan secara manual oleh operator sekolah.
​Hal ini terungkap dalam rapat evaluasi antara Komisi I DPRD Samarinda dan Diskominfo Kota Samarinda.

​Sekretaris Komisi I DPRD Samarinda, Ronal Stephen Lonteng, menyebut awal pendaftaran dewan mengira sistem tahun ini memakai aplikasi baru dengan pemetaan otomatis. Namun, aplikasi yang dipakai ternyata masih sistem lama keluaran tahun 2024.

​”Kami kira memakai aplikasi terbaru. Ternyata masih menggunakan sistem lama dari tahun 2024. Diskominfo sendiri hanya menyiapkan infrastruktur pendaftarannya,” kata Ronal.

​Menurut Ronal, penentuan jarak rumah ke sekolah seharusnya bisa terbaca otomatis lewat titik koordinat peta. Namun saat ini, operator sekolah masih harus memasukkan alamat satu per satu secara manual.

​”Kalau sistemnya sudah canggih, titik koordinat harusnya langsung terbaca otomatis begitu pendaftar memasukkan NIK atau alamat,” jelasnya.

​Selain masalah teknis, DPRD juga menilai sosialisasi jalur afirmasi bagi warga kurang mampu masih kurang masif. Padahal, aturan terbaru memudahkan calon siswa tidak mampu untuk mendaftar memakai dokumen seperti Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), PIP, KIS, atau SKTM.

​Di sisi lain, Komisi I meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda menjelaskan secara terbuka isu pendaftaran SPMB tahap susulan di luar sistem utama.

​”Jika memang ada pendaftaran susulan, sampaikan secara terbuka ke masyarakat agar tidak menimbulkan prasangka,” tegas Ronal.

​DPRD berharap evaluasi SPMB tahun ini menjadi bahan pembenahan sistem dan informasi pendaftaran, sehingga penerimaan siswa baru ke depan berjalan lebih transparan dan efisien. (San/Adv)

Berita Terkait

Penataan Pasar Pagi dan Pasar Subuh Harus Berkeadilan, DPRD Samarinda Minta Pemkot Hormati Hak Pedagang
Novan Minta Orang Tua Perketat Pendampingan Digital Penggunaan Gadget di Kalanagan Anak yang Kian Menjamur
Atur Pedagang Kaki Lima hingga Parkir Liar, DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Pasar Rakyat
Evaluasi DP2KB, DPRD Samarinda Tekankan Penanganan Stunting Tak Cukup Hanya Serap Anggaran
Relokasi Pelabuhan Penumpang ke Palaran, Jasno Yakin Mampu Memicu Pusat Ekonomi Baru di Samarinda
Fisik Rampung Tinggal Tunggu Izin Operasional, DPRD Optimis Terowongan Pertama Samarinda Siap Digunakan
Sedot Anggaran Rp468,5 Miliar dan Kios Sepi, DPRD Samarinda Soroti Revitalisasi Pasar Pagi
Ceceran Material Truk Bahayakan Pengendara, DPRD Samarinda Minta Pemkot dan Aparat Lakukan Penertiban
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 17:06 WIB

Penataan Pasar Pagi dan Pasar Subuh Harus Berkeadilan, DPRD Samarinda Minta Pemkot Hormati Hak Pedagang

Senin, 7 September 2026 - 17:03 WIB

Novan Minta Orang Tua Perketat Pendampingan Digital Penggunaan Gadget di Kalanagan Anak yang Kian Menjamur

Senin, 7 September 2026 - 17:01 WIB

Atur Pedagang Kaki Lima hingga Parkir Liar, DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Pasar Rakyat

Senin, 7 September 2026 - 16:59 WIB

Evaluasi DP2KB, DPRD Samarinda Tekankan Penanganan Stunting Tak Cukup Hanya Serap Anggaran

Jumat, 4 September 2026 - 16:57 WIB

Relokasi Pelabuhan Penumpang ke Palaran, Jasno Yakin Mampu Memicu Pusat Ekonomi Baru di Samarinda

Berita Terbaru