Bersama Kesultanan, Bupati Kukar Pastikan Persiapan Erau 2026 Berjalan Bertahap

- Jurnalis

Sabtu, 19 September 2026 - 18:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket Foto: Foto Bersama Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Aji Muhammad Arifin, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dan Unsur Forkopimda menjelang pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026.

Ket Foto: Foto Bersama Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Aji Muhammad Arifin, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dan Unsur Forkopimda menjelang pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026.

INFONUSA.CO, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura mematangkan persiapan Erau Adat Kutai 2026 melalui koordinasi rangkaian adat, persiapan spiritual, kesiapan teknis, serta langkah antisipasi terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri terlibat langsung dalam sejumlah tahapan persiapan bersama Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Aji Muhammad Arifin, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, dan panitia Erau.

Koordinasi tersebut dilakukan menjelang pembukaan Erau yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (20/9/2026). Selain memastikan kesiapan rangkaian kegiatan, Pemkab Kukar dan Kesultanan turut memperhatikan kondisi kemarau serta kualitas udara yang berkembang di wilayah Tenggarong dan sekitarnya.

Bagi Aulia, Erau memiliki kedudukan penting dalam kehidupan masyarakat Kutai Kartanegara. Ia menyebut tradisi tersebut sebagai bagian dari identitas daerah yang perlu dijaga keberlangsungannya.

Aulia yang lahir di Kota Bangun dan menempuh pendidikan dasar hingga SMP di wilayah tersebut menilai Erau memiliki keterikatan dengan masyarakat yang merasa menjadi bagian dari identitas orang Kutai.

Menurutnya, keberlangsungan Erau tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan budaya, tetapi juga menyangkut nilai spiritual dan kebersamaan masyarakat.

Tahapan persiapan dilakukan melalui sejumlah agenda yang melibatkan Pemkab Kukar dan Kesultanan.

Pada Selasa (15/9/2026), Aulia bersama Sultan, Forkopimda, dan perangkat daerah mengikuti rapat final persiapan Erau di Tenggarong. Pertemuan tersebut membahas kesiapan rangkaian prosesi adat, jadwal dan lokasi kegiatan, pelayanan masyarakat, keamanan, serta fasilitas pendukung.

Rapat juga mempertimbangkan kondisi kemarau dan kualitas udara menjelang pelaksanaan kegiatan. Penyesuaian teknis disiapkan untuk memastikan rangkaian Erau dapat berlangsung dengan memperhatikan perkembangan kondisi di lapangan.

Persiapan kemudian dilanjutkan melalui rangkaian spiritual. Pada Rabu (16/9/2026), Aulia mengikuti Salat Istisqa bersama Kesultanan di halaman Kedaton Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Salat tersebut dilaksanakan sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau. Kegiatan juga dirangkai dengan doa untuk para raja dan kerabat Kesultanan terdahulu.

Sehari setelahnya, Kamis (17/9/2026), Aulia kembali mengikuti prosesi adat Beluluh di Kedaton bersama Sultan, kerabat Kesultanan, pemangku adat, dan unsur terkait.

Keterlibatan dalam rangkaian tersebut menjadi bagian dari persiapan Erau yang mencakup aspek adat, spiritual, serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Kesultanan.

Menjelang pembukaan, Pemkab Kukar kembali melakukan rapat koordinasi pada Sabtu (19/9/2026) bersama Sultan dan Forkopimda. Pertemuan tersebut membahas kondisi terakhir di lapangan serta penyesuaian terhadap rangkaian kegiatan yang telah disusun.

Salah satu perhatian utama ialah kualitas udara. Aulia mengatakan kabut asap sempat berada pada kondisi pekat beberapa hari sebelumnya, dengan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang cukup tinggi. Namun, berdasarkan pemantauan Pemkab, angka ISPU menunjukkan kecenderungan menurun.

“Empat hari yang lalu itu terjadi asap pekat di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan ISPU yang cukup tinggi. Akan tetapi, pantauan kami setiap hari memperlihatkan nilai atau angka ISPU yang cenderung menurun,” kata Aulia.

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, pembukaan Erau tetap dijadwalkan berlangsung pada Minggu (20/9/2026). Rangkaian sakral akan dilaksanakan di dalam ruangan, sedangkan seremoni pembukaan tetap digelar di Stadion Rondong Demang.

Pemkab Kukar juga menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk kegiatan yang berlangsung di luar ruangan. Masker akan dibagikan kepada pengunjung, sementara durasi kegiatan akan dioptimalkan untuk mengurangi paparan udara luar.

“Sebagai bentuk mitigasi, kami tadi menyepakati bahwa tindakan-tindakan protokol kesehatan tetap kita utamakan. Alat pelindung diri tetap kita berikan kepada para pengunjung besok hari,” ujar Aulia.

Kepala Dinas Kesehatan Kukar Ismi Mufiddah mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan panitia Erau untuk menyalurkan masker yang dapat digunakan oleh masyarakat, penonton, maupun panitia.

“Kami juga berkoordinasi dengan panitia. Ada masker yang kami distribusikan ke panitia untuk dipergunakan untuk masyarakat mungkin, atau untuk penonton, atau mungkin juga untuk panitia,” kata Ismi.

Selain menyiapkan masker, Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat menggunakan pelindung pernapasan apabila harus beraktivitas di luar ruangan dalam kondisi berasap.

Pemkab Kukar juga akan melanjutkan pemantauan kualitas udara selama rangkaian Erau, termasuk nilai ISPU dan konsentrasi partikulat PM2.5 serta PM10.

Aulia menyampaikan bahwa koordinasi bersama Kesultanan dan Forkopimda akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan. Penyesuaian pelaksanaan dapat dilakukan apabila terjadi perubahan situasi.

“Insya Allah kami akan menyesuaikan dan mengutamakan keselamatan para pengunjung, masyarakat yang akan berpartisipasi, yang akan bersama-sama mengikuti kegiatan Erau ini,” katanya.

Di tengah persiapan yang berlangsung dalam kondisi kemarau dan kualitas udara yang perlu dipantau, Aulia menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan rangkaian adat Erau.

“Ini semua kita lakukan untuk menjaga rangkaian kegiatan Erau ini bisa berjalan sebagaimana mestinya dan kita menjaga kelestarian adat budaya yang ada di tempat kita,” ujarnya.

Erau Adat Kutai 2026 dijadwalkan memasuki rangkaian utama pada Minggu (20/9/2026). Persiapan pelaksanaannya dilakukan melalui koordinasi Pemkab Kukar dan Kesultanan, rangkaian adat dan spiritual, serta penyesuaian teknis dengan memperhatikan keselamatan masyarakat dan perkembangan kondisi lingkungan. (Adv/fi)

Berita Terkait

Bupati Kukar Usulkan Masa Pembatasan Usaha di Lahan Terbakar untuk Cegah Karhutla
Intrusi Air Laut Ganggu Ketersediaan Air Bersih, Bupati Kukar Soroti Anggana
Lantik 58 Pejabat, Bupati Kukar Tekankan Penguatan Tim untuk Wujudkan Kukar Idaman Terbaik
Pemkab Kukar Jaga Akses Masker Tetap Terjangkau di Tengah Kabut Asap
Pemkab Kukar Beri Ruang Sekolah Sesuaikan Pembelajaran dengan Kondisi Wilayah
Pemkab Kukar Dukung Pelestarian Tradisi Beluluh Sultan Jelang Erau Adat Kutai 2026
Pemkab Kukar Perkuat Pembenahan Perhubungan, Dorong Keselamatan dan Pelayanan Publik
Bupati Kukar Tekankan Pemerataan ASN untuk Menjamin Pelayanan Publik hingga Pelosok
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 18:01 WIB

Bersama Kesultanan, Bupati Kukar Pastikan Persiapan Erau 2026 Berjalan Bertahap

Sabtu, 19 September 2026 - 17:58 WIB

Bupati Kukar Usulkan Masa Pembatasan Usaha di Lahan Terbakar untuk Cegah Karhutla

Sabtu, 19 September 2026 - 17:56 WIB

Intrusi Air Laut Ganggu Ketersediaan Air Bersih, Bupati Kukar Soroti Anggana

Jumat, 18 September 2026 - 20:38 WIB

Lantik 58 Pejabat, Bupati Kukar Tekankan Penguatan Tim untuk Wujudkan Kukar Idaman Terbaik

Jumat, 18 September 2026 - 18:12 WIB

Pemkab Kukar Jaga Akses Masker Tetap Terjangkau di Tengah Kabut Asap

Berita Terbaru