Sedot Anggaran Rp468,5 Miliar dan Kios Sepi, DPRD Samarinda Soroti Revitalisasi Pasar Pagi

- Jurnalis

Jumat, 4 September 2026 - 16:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi. 

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi. 

Infonusa.co, Samarinda – Proyek revitalisasi Pasar Pagi Samarinda yang menelan anggaran hingga Rp468,5 miliar belum berdampak manis bagi para pedagang. Kendati gedung baru telah difungsikan, kondisi pasar terpantau masih sepi pengunjung dan belum mampu mendongkrak omzet penjualan para pedagang.

​Fakta memprihatinkan ini ditemukan langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, saat menggelar inspeksi mendadak ke Pasar Pagi. Setelah mengitari gedung dari lantai dasar hingga lantai teratas, ia mendapati banyak kios yang masih tutup dan minim interaksi jual beli.

​”Ada pedagang yang mengeluh sudah tiga bulan tidak pecah telur atau belum ada pembeli sama sekali. Ada juga yang cuma dapat satu transaksi dalam sepekan. Kondisi ini ironis,” kata Iswandi, belum lama ini.

​Iswandi menegaskan, investasi besar pemerintah daerah seharusnya bisa menggerakkan iklim ekonomi warga secara instan, bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik yang megah.

​Selain sepinya pembeli, Iswandi mengkritik sistem zonasi dan pembagian kios yang terkesan tidak efisien. Banyak pedagang yang mendapatkan lebih dari satu lapak, tetapi letaknya berjauhan sehingga membengkakkan biaya operasional.

​Tak berhenti di situ, kualitas fisik bangunan baru juga mulai dikeluhkan akibat adanya titik bocor dan rembesan air hujan di beberapa area pasar.

​Menindaklanjuti temuan lapangan tersebut, Komisi II DPRD Samarinda berencana memanggil instansi teknis terkait sebelum akhir Agustus 2026. Lintas instansi seperti Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, Inspektorat, serta perwakilan pedagang akan duduk bersama mencari akar masalah.

​”Tujuan kami bukan mencari siapa yang salah, melainkan mengevaluasi tata kelola kios, jalur lalu lintas, hingga promosi agar Pasar Pagi kembali ramai dan pedagang bisa hidup layak,” pungkas Iswandi. (San/Adv)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru