Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan, Ismail Latisi Minta Sekolah Pinggiran Samarinda Dibenahi

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2026 - 16:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi.

Infonusa.co, Samarinda – DPRD Kota Samarinda meminta Pemerintah Kota (Pemkot) untuk mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di Kota Tepian. Perhatian pembangunan sarana dan prasarana sekolah tidak boleh hanya tertuju pada kawasan perkotaan, tetapi juga wajib menyasar sekolah-sekolah di wilayah pinggiran.

​Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, menegaskan bahwa seluruh anak di Samarinda berhak mendapatkan akses serta fasilitas belajar yang setara dan aman.

​”Seluruh sekolah punya hak yang sama untuk berkembang. Pembangunan fasilitas pendidikan jangan cuma berpusat di tengah kota, sementara sekolah di kawasan pinggiran dibiarkan tertinggal,” ujar Ismail.

​Ismail menyoroti masih ditemukannya sejumlah gedung sekolah di daerah terluar yang ruang belajarnya berkonstruksi kayu. Menurutnya, kondisi bangunan fisik kayu sudah tidak ideal untuk menunjang kegiatan belajar mengajar (KBM) masa kini dan berisiko dari segi keamanan.

​”Ruang kelas berbahan kayu harus menjadi prioritas utama pemugaran ke bangunan permanen. Anak-anak berhak belajar di ruang kelas yang kokoh, nyaman, dan layak,” tegasnya.

​Selain infrastruktur fisik, Ismail mengingatkan pentingnya pemerataan kualitas tenaga pendidik. Penempatan guru-guru kompeten secara merata di seluruh wilayah dinilai efektif memangkas kesenjangan mutu sekolah kota dan pinggiran.

​Ia juga mengapresiasi implementasi sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang terbukti mampu menghapus stigma sekolah favorit, sehingga sebaran siswa menjadi lebih merata.

​Di sisi lain, Ismail mendesak Pemkot Samarinda untuk melengkapi sekolah pinggiran dengan fasilitas teknologi digital dan jaringan internet, termasuk penyediaan perangkat buku elektronik (e-book).

​”Transformasi digital pendidikan tidak boleh tebang pilih. Sekolah di kawasan pinggiran harus dipasok fasilitas teknologi yang memadai agar kemampuan para siswanya sanggup bersaing di era digital,” tutup Ismail. (San/Adv)

Berita Terkait

Hasil ProASN Kukar Disiapkan untuk Pengembangan Karier dan Talent Pool ASN
ProASN Kukar Jadi Dasar Pengembangan Karier dan Talenta 400 ASN
Pemkab Kukar Sesuaikan Regulasi Wilayah, Perda Kecamatan Sedulang Diusulkan Dicabut
Pemkab Kukar dan Kodim Perkuat Kolaborasi Jaga Kondusivitas Daerah
Dispora Kukar Susun Kerangka Kontingen KORMI, Tunggu Kepastian Inorga di Fornas
Air Eks Tambang Diwacanakan Jadi Air Baku, DPRD PPU Minta Uji Laboratorium
Penataan Pasar Pagi dan Pasar Subuh Harus Berkeadilan, DPRD Samarinda Minta Pemkot Hormati Hak Pedagang
Novan Minta Orang Tua Perketat Pendampingan Digital Penggunaan Gadget di Kalanagan Anak yang Kian Menjamur
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Hasil ProASN Kukar Disiapkan untuk Pengembangan Karier dan Talent Pool ASN

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:15 WIB

ProASN Kukar Jadi Dasar Pengembangan Karier dan Talenta 400 ASN

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Pemkab Kukar Sesuaikan Regulasi Wilayah, Perda Kecamatan Sedulang Diusulkan Dicabut

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Pemkab Kukar dan Kodim Perkuat Kolaborasi Jaga Kondusivitas Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Dispora Kukar Susun Kerangka Kontingen KORMI, Tunggu Kepastian Inorga di Fornas

Berita Terbaru

Foto: Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri.

Pemkab Kukar

Pemkab Kukar Pastikan Anak Korban Kebakaran Kembali Bersekolah

Kamis, 8 Okt 2026 - 00:31 WIB