Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Ananias.

Foto: Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Ananias.

Infonusa.co, KUTAI KARTANEGARA — Kesesuaian fasilitas dengan kondisi lahan kelompok tani menjadi perhatian Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam pelaksanaan program lantai jemur portable. Evaluasi dilakukan agar bantuan untuk penanganan pascapanen padi dan jagung dapat dimanfaatkan lebih banyak petani.

Kepala Disketapang Kukar, Ananias, mengatakan fasilitas tersebut dirancang untuk membantu petani mengeringkan hasil panen tanpa harus menyediakan lahan permanen. Namun, ukuran unit yang tersedia saat ini masih menjadi tantangan bagi kelompok tani yang memiliki keterbatasan ruang.

Satu unit lantai jemur portable saat ini berukuran 4 x 25 meter dengan kapasitas sekitar dua ton untuk sekali penjemuran. Ukuran tersebut dinilai perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan agar penempatan fasilitas lebih memungkinkan.

Ananias mencontohkan kelompok tani di wilayah Bukit Biru yang sempat kesulitan menemukan lahan cukup luas untuk menempatkan fasilitas tersebut. Sebagai alternatif, Disketapang menyarankan lokasi di ujung jalan usaha tani dan membuka peluang penyesuaian ukuran pada pengadaan berikutnya.

“Setelah ada permohonan dari kelompok tani, kami akan mengecek kondisi di lapangan, termasuk kebutuhan dan ketersediaan lahannya,” ungkap Ananias, Senin (12/10/2026).

Ia mengatakan, penyesuaian ukuran diharapkan membuat fasilitas lebih mudah ditempatkan dan dimanfaatkan oleh kelompok tani dengan kondisi lahan yang berbeda-beda.

Program lantai jemur portable sendiri merupakan bagian dari dedikasi Kukar Idaman Terbaik dengan target pengadaan 500 unit selama masa kepemimpinan bupati. Fasilitas ini ditujukan untuk mendukung penguatan lumbung pangan melalui penanganan pascapanen, terutama komoditas padi dan jagung.

Berbeda dengan lantai jemur permanen, fasilitas portable dapat dipindahkan sesuai kebutuhan dan ketersediaan tempat. Biayanya juga dinilai lebih rendah karena tidak mengharuskan petani memiliki lahan khusus untuk pembangunan fasilitas permanen.

Menurut Ananias, konsep lantai jemur tersebut diadaptasi dari teknologi tunnel untuk pengeringan garam di Jawa Timur, kemudian dimodifikasi agar sesuai dengan kebutuhan petani di Kukar. Meski berpotensi digunakan untuk komoditas lain seperti ikan, rumput laut, dan kopi, program yang berjalan saat ini difokuskan pada padi dan jagung.

Dari sisi realisasi, pengadaan hingga akhir 2025 telah mencapai lebih dari 100 unit. Fasilitas tersebut telah disalurkan ke sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Tenggarong, Anggana, Muara Kaman, dan Tenggarong Seberang.

Namun, pengadaan belum kembali dilaksanakan pada 2026. Dengan target 500 unit, kebutuhan yang belum terpenuhi masih lebih dari 300 unit.

Ananias mengatakan Disketapang tetap berupaya mencari peluang dukungan agar program dapat berlanjut, termasuk melalui komunikasi dengan pihak swasta dan pemangku kepentingan lainnya.

“Efisiensi bukan menjadi alasan untuk kami berdiam diri. Kami tetap berkomunikasi dengan pihak swasta dan stakeholder lainnya agar program-program yang sudah direncanakan tetap bisa sampai kepada masyarakat,” tegasnya.

Melalui evaluasi ukuran dan penjajakan dukungan pengadaan, Disketapang Kukar berharap bantuan lantai jemur portable dapat menjawab kebutuhan petani secara lebih tepat. Dengan demikian, pencapaian target jumlah unit dapat berjalan seiring dengan kesesuaian fasilitas dan kondisi lahan penerima. (Adv/fi)

Berita Terkait

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Pemkab Kukar Sinkronkan Data Penerima Insentif Pelayan Keagamaan untuk 2027
Pemulihan Korban Kebakaran Melayu Dikaji Sekaligus dengan Penataan Jalan
Dispar Kukar Dorong Memanda Kutai Perluas Panggung hingga Nasional
Usulan BSPS Kukar Capai 531 Rumah, Calon Penerima Diverifikasi
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026

Berita Terbaru

Foto: Rapat pembahasan persiapan peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kukar. (Istimewa)

Advertorial

Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026

Senin, 12 Okt 2026 - 19:41 WIB