Infonusa.co, Samarinda – Komisi IV DPRD Kota Samarinda mendesak Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) untuk memperkuat evaluasi berkala terhadap seluruh program kerjanya. Langkah ini penting guna memastikan intervensi ketahanan keluarga serta percepatan penanganan stunting berjalan efektif di masyarakat.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menegaskan bahwa indikator keberhasilan program dinas tidak boleh sekadar diukur dari habisnya alokasi anggaran.
”Tolok ukur utama adalah dampak nyatanya bagi warga. Keberhasilan program stunting dan ketahanan keluarga harus dirasakan langsung, bukan cuma mengejar capaian penyerapan anggaran semata,” ujar Puji.
Puji mengingatkan bahwa DP2KB memegang peranan krusial dalam mencetak SDM berkualitas melalui pembinaan keluarga berencana dan edukasi gizi anak. Namun, penanganan stunting tidak bisa digarap secara parsial oleh satu instansi saja.
Ia meminta keterlibatan aktif dari tenaga kesehatan, kader lapangan, akademisi, organisasi masyarakat, hingga lingkup keluarga terdekat untuk bergerak bersama.
”Persoalan stunting ini isu lintas sektor. Tidak bisa DP2KB berjalan sendiri, butuh kolaborasi solid agar anak-anak Samarinda tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing,” tegasnya.
Puji memastikan Komisi IV akan terus mengawal pengawasan DP2KB secara melekat, mulai dari tahap perencanaan, eksekusi anggaran, hingga evaluasi capaian akhir demi menjamin setiap rupiah APBD memberi manfaat optimal bagi masyarakat Kota Tepian. (San/Adv)









