Evaluasi DP2KB, DPRD Samarinda Tekankan Penanganan Stunting Tak Cukup Hanya Serap Anggaran

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026 - 16:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti (Ikhsan/Infonusa.co)

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti (Ikhsan/Infonusa.co)

Infonusa.co, Samarinda – Komisi IV DPRD Kota Samarinda mendesak Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) untuk memperkuat evaluasi berkala terhadap seluruh program kerjanya. Langkah ini penting guna memastikan intervensi ketahanan keluarga serta percepatan penanganan stunting berjalan efektif di masyarakat.

​Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menegaskan bahwa indikator keberhasilan program dinas tidak boleh sekadar diukur dari habisnya alokasi anggaran.

​”Tolok ukur utama adalah dampak nyatanya bagi warga. Keberhasilan program stunting dan ketahanan keluarga harus dirasakan langsung, bukan cuma mengejar capaian penyerapan anggaran semata,” ujar Puji.

​Puji mengingatkan bahwa DP2KB memegang peranan krusial dalam mencetak SDM berkualitas melalui pembinaan keluarga berencana dan edukasi gizi anak. Namun, penanganan stunting tidak bisa digarap secara parsial oleh satu instansi saja.

​Ia meminta keterlibatan aktif dari tenaga kesehatan, kader lapangan, akademisi, organisasi masyarakat, hingga lingkup keluarga terdekat untuk bergerak bersama.

​”Persoalan stunting ini isu lintas sektor. Tidak bisa DP2KB berjalan sendiri, butuh kolaborasi solid agar anak-anak Samarinda tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing,” tegasnya.

​Puji memastikan Komisi IV akan terus mengawal pengawasan DP2KB secara melekat, mulai dari tahap perencanaan, eksekusi anggaran, hingga evaluasi capaian akhir demi menjamin setiap rupiah APBD memberi manfaat optimal bagi masyarakat Kota Tepian. (San/Adv)

Berita Terkait

Penataan Pasar Pagi dan Pasar Subuh Harus Berkeadilan, DPRD Samarinda Minta Pemkot Hormati Hak Pedagang
Novan Minta Orang Tua Perketat Pendampingan Digital Penggunaan Gadget di Kalanagan Anak yang Kian Menjamur
Atur Pedagang Kaki Lima hingga Parkir Liar, DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Pasar Rakyat
Relokasi Pelabuhan Penumpang ke Palaran, Jasno Yakin Mampu Memicu Pusat Ekonomi Baru di Samarinda
Fisik Rampung Tinggal Tunggu Izin Operasional, DPRD Optimis Terowongan Pertama Samarinda Siap Digunakan
Sedot Anggaran Rp468,5 Miliar dan Kios Sepi, DPRD Samarinda Soroti Revitalisasi Pasar Pagi
Ceceran Material Truk Bahayakan Pengendara, DPRD Samarinda Minta Pemkot dan Aparat Lakukan Penertiban
Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan, Ismail Latisi Minta Sekolah Pinggiran Samarinda Dibenahi
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 17:06 WIB

Penataan Pasar Pagi dan Pasar Subuh Harus Berkeadilan, DPRD Samarinda Minta Pemkot Hormati Hak Pedagang

Senin, 7 September 2026 - 17:03 WIB

Novan Minta Orang Tua Perketat Pendampingan Digital Penggunaan Gadget di Kalanagan Anak yang Kian Menjamur

Senin, 7 September 2026 - 17:01 WIB

Atur Pedagang Kaki Lima hingga Parkir Liar, DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Pasar Rakyat

Senin, 7 September 2026 - 16:59 WIB

Evaluasi DP2KB, DPRD Samarinda Tekankan Penanganan Stunting Tak Cukup Hanya Serap Anggaran

Jumat, 4 September 2026 - 16:57 WIB

Relokasi Pelabuhan Penumpang ke Palaran, Jasno Yakin Mampu Memicu Pusat Ekonomi Baru di Samarinda

Berita Terbaru