Fisik Rampung Tinggal Tunggu Izin Operasional, DPRD Optimis Terowongan Pertama Samarinda Siap Digunakan

- Jurnalis

Jumat, 4 September 2026 - 16:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Pansus Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (P2WK), Romadhony Putra Pratama. (Foto: InfoNusa.co/ARF)

Ketua Pansus Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (P2WK), Romadhony Putra Pratama. (Foto: InfoNusa.co/ARF)

​Infonusa.co, Samarinda – Progres pembangunan terowongan (tunnel) pertama di Kota Samarinda kini memasuki babak akhir. Setelah pekerjaan fisik dinyatakan nyaris tuntas 100 persen, fokus utama Pemkot Samarinda kini tertuju pada pemenuhan kelengkapan administrasi dan izin teknis sebelum resmi dibuka untuk publik.

​Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Romadhony Putra Pratama, mengonfirmasi bahwa pengerjaan struktur fisik terowongan sudah tidak mengalami hambatan berarti. Saat ini, pemerintah tengah berkejaran dengan waktu untuk mengurus legalitas operasionalnya.

​”Pembangunan fisiknya hampir seluruhnya selesai. Yang sedang dikejar sekarang adalah penyelesaian izin operasional agar fasilitas ini bisa secepatnya melayani warga,” kata Romadhony.

​Romadhony mengungkapkan, terowongan ini digadang-gadang menjadi solusi ampuh untuk memurai kemacetan kronis sekaligus memperlancar konektivitas antarkawasan di Kota Tepian.

​Ia menekankan bahwa indikator keberhasilan mega proyek ini bukan sekadar kemegahan bentuk fisiknya, melainkan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat dalam hal efisiensi waktu dan kelancaran arus lalu lintas.

​”Harapan kami terowongan ini bukan cuma gagah sebagai ikon kota, tetapi benar-benar membawa manfaat ekonomi, memperlancar mobilitas, dan meningkatkan kenyamanan warga,” tegasnya.

​Romadhony memastikan Komisi III DPRD Samarinda terus mengawal ketat progres dokumen perizinan tersebut melalui koordinasi berkala bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda. Evaluasi teknis harus dilakukan secara teliti guna menjamin aspek keselamatan pengendara.

​Jika seluruh tahapan administrasi berjalan lancar tanpa kendala, Romadhony optimistis jalan bawah tanah pertama di Samarinda ini sudah bisa dilintasi kendaraan dalam kurun waktu satu hingga dua bulan ke depan. (San/Adv)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru