Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Persiapan Sekolah Rakyat dan Kendala Data Desil bagi Calon Murid

- Jurnalis

Selasa, 14 Juli 2026 - 23:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

akil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti (foto:inf)

akil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti (foto:inf)

​Infonusa.co, Samarinda – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, memberikan perhatian serius terhadap rencana pembangunan dan pelaksanaan teknis program Sekolah Rakyat. Pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Samarinda agar proses seleksi calon murid tidak terkendala oleh masalah pendataan kependudukan.

​Puji sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa agenda penting terkait Sekolah Rakyat akan segera dilaksanakan pada akhir bulan ini, termasuk persiapan bagi para siswa baru di wilayah Palaran.

​”Tanggal 30 Juli nanti akan ada LPSM untuk Sekolah Rakyat, dan ada untuk anak baru ya, nanti itu MPLS nya ada yang baru di Palaran. Tanggal 30 Juli akan dicanangkan ada sekitar 270 an murid yang baru ditambah dengan murid-murid yang lama,” kata Puji.

​Namun, Sri Puji menggarisbawahi bahwa kendala utama dalam menjaring anak-anak yang berhak masuk Sekolah Rakyat terletak pada akurasi data desil (tingkat kesejahteraan). Pasalnya, fasilitas Sekolah Rakyat ini dikhususkan hanya untuk anak-anak yang keluarganya berada di desil 1 dan 2 (kategori sangat miskin/miskin).

​Lanjutnya, Puji melihat kondisi di lapangan menjadi rumit karena status desil warga sangat fluktuatif, sehingga banyak anak terancam tidak bisa masuk Sekolah Rakyat akibat data keluarga mereka tiba-tiba bergeser ke desil atas.

​”Yang menjadi kendala di Samarinda ini ya data kependudukan tadi. Karena untuk masuk sekolah itu kan hanya desil 1–2, lalu untuk BPJS desil 1–5. Nah ini selalu berubah, apalagi banyak laporan warga tiba-tiba desilnya berubah,” jelas Puji

​”Jadi dari desil 3 melonjak ke desil 6. Ternyata ada beberapa kejadian, misalnya ada satu anggota keluarga yang mengambil kredit atau hal sejenis, itu otomatis langsung terlempar ke desil atas. Kendala-kendala seperti ini yang membuat pendataan anak yang mau masuk sekolah menjadi sulit.” lanjutnya.

​Mengingat data DTKS yang terus berubah-ubah dan berdampak langsung pada hak pendidikan anak, Puji menegaskan bahwa pembaruan data menjadi prioritas utama saat ini. Pemerintah kota tengah berupaya keras agar tidak ada anak kurang mampu yang gagal sekolah akibat kesalahan sistem pendataan.

​”Saat ini sedang diupayakan bersama dinas sosial supaya data itu valid. Harus valid satu data,” pungkasnya. (san/adv)

Berita Terkait

Penataan Pasar Pagi dan Pasar Subuh Harus Berkeadilan, DPRD Samarinda Minta Pemkot Hormati Hak Pedagang
Novan Minta Orang Tua Perketat Pendampingan Digital Penggunaan Gadget di Kalanagan Anak yang Kian Menjamur
Atur Pedagang Kaki Lima hingga Parkir Liar, DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Pasar Rakyat
Evaluasi DP2KB, DPRD Samarinda Tekankan Penanganan Stunting Tak Cukup Hanya Serap Anggaran
Relokasi Pelabuhan Penumpang ke Palaran, Jasno Yakin Mampu Memicu Pusat Ekonomi Baru di Samarinda
Fisik Rampung Tinggal Tunggu Izin Operasional, DPRD Optimis Terowongan Pertama Samarinda Siap Digunakan
Sedot Anggaran Rp468,5 Miliar dan Kios Sepi, DPRD Samarinda Soroti Revitalisasi Pasar Pagi
Ceceran Material Truk Bahayakan Pengendara, DPRD Samarinda Minta Pemkot dan Aparat Lakukan Penertiban
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 17:06 WIB

Penataan Pasar Pagi dan Pasar Subuh Harus Berkeadilan, DPRD Samarinda Minta Pemkot Hormati Hak Pedagang

Senin, 7 September 2026 - 17:03 WIB

Novan Minta Orang Tua Perketat Pendampingan Digital Penggunaan Gadget di Kalanagan Anak yang Kian Menjamur

Senin, 7 September 2026 - 17:01 WIB

Atur Pedagang Kaki Lima hingga Parkir Liar, DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Pasar Rakyat

Senin, 7 September 2026 - 16:59 WIB

Evaluasi DP2KB, DPRD Samarinda Tekankan Penanganan Stunting Tak Cukup Hanya Serap Anggaran

Jumat, 4 September 2026 - 16:57 WIB

Relokasi Pelabuhan Penumpang ke Palaran, Jasno Yakin Mampu Memicu Pusat Ekonomi Baru di Samarinda

Berita Terbaru