Infonusa.co, Tenggarong – Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Taufik Ridianur, menghadiri Dialog Kepemudaan yang digelar oleh DPD KNPI Kukar di Gedung KNPI pada Sabtu (23/8/2025).
Dalam kesempatan tersebut, dia memberikan dorongan kepada para pemuda Kukar agar tidak pasif dalam memperjuangkan aspirasi dan kepentingan mereka, terutama terkait kebijakan pemerintah yang menyangkut kepemudaan.
Menurutnya, keterbatasan anggaran memang menjadi faktor utama mengapa program-program kepemudaan di Kukar belum dapat berjalan maksimal. Namun hal itu tidak boleh menjadi alasan bagi pemuda untuk patah semangat.
Ia menekankan bahwa pemuda harus berani bersuara dan menyampaikan kritik apabila kebijakan pemerintah tidak berpihak kepada masyarakat.
“Jangan sampai pemuda diam. Kalau ada program pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat atau kepemudaan, ya kita boleh menyuarakan, bahkan demo kalau perlu. Tapi kalau ada program pemerintah yang pro rakyat, itu yang harus kita dukung. Jadi pemuda harus bisa membedakan mana yang perlu dikawal dan mana yang perlu didukung,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, Politisi PDIP tersebut juga mengungkapkan, DPRD Kukar siap mendukung penuh pengembangan program kepemudaan. Ia menyebutkan, pada periode sebelumnya, bantuan kepemudaan pernah dianggarkan sebesar Rp3 hingga Rp5 miliar.
Kata dia, anggaran tersebut merupakan hasil perjuangan almarhum Junaidi, yang semasa hidupnya dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap perkembangan pemuda Kukar.
Namun demikian, Taufik mengingatkan, kondisi saat ini berbeda. Pada tahun 2026 mendatang, kepemimpinan DPRD tidak lagi berada di bawah Junaidi. Oleh karena itu, menurutnya, pemuda Kukar harus bekerja lebih keras untuk memastikan aspirasi mereka tetap mendapat perhatian.
“Artinya, kepentingan pemuda harus dibicarakan sejak awal, baik dengan DPRD maupun dengan mitra legislatif seperti OPD terkait, terutama Dispora,” jelasnya.
Ia menambahkan, komunikasi yang intens antara pemuda, legislatif, dan eksekutif sangat diperlukan agar tidak ada alasan bagi pemerintah untuk mengabaikan kepentingan kepemudaan.
Diskusi seperti dialog yang digelar KNPI hari ini, menurut Taufik, harus terus dilakukan secara berkelanjutan agar lahir gagasan-gagasan baru yang mampu mendorong kemajuan pemuda Kukar.
“Kekuatan pemuda itu ada pada kekompakan. Kalau kita bersatu, kita pasti akan diperhitungkan. Saya pribadi bangga dengan teman-teman mahasiswa yang berani menyuarakan aspirasi lewat aksi demo, karena setiap kebijakan memang harus dikontrol,” timpalnya. (Adv)









