Warga Ramai-Ramai Beralih ke Pertalite Membuat SPBU Mengular, Novan Syahronie Desak Pertamina Cari Solusi

- Jurnalis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket. Foto : Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie.

Ket. Foto : Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie.

Infonusa.co, Samarinda – Fenomena antrean panjang kendaraan yang mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Samarinda belakangan ini mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Samarinda. Pemicu utamanya diduga kuat berasal dari lonjakan pengguna Pertalite akibat naiknya harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax.

​Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menjelaskan bahwa pergeseran konsumsi masyarakat dari BBM nonsubsidi ke bahan bakar bersubsidi ini membuat permintaan Pertalite melonjak drastis. Sayangnya, lonjakan ini tidak sebanding dengan stok yang ada karena kuota daerah sudah dipatok oleh pemerintah pusat.

​”Banyak pengendara yang sebelumnya memakai Pertamax kini memilih beralih ke Pertalite demi menghemat pengeluaran. Namun, kuota Pertalite untuk daerah kan tidak ikut bertambah karena sudah ditetapkan secara nasional,” ungkap Novan.

​Novan menilai, pemandangan antrean yang kian mengular di SPBU tidak bisa dibiarkan begitu saja. Jika tidak segera diurai, masalah ini akan berdampak buruk pada kelancaran lalu lintas serta mengganggu efisiensi aktivitas ekonomi warga Samarinda.

​Ia menegaskan bahwa urusan tata kelola dan kuota distribusi BBM murni merupakan ranah kewenangan PT Pertamina. Adapun peran Pemerintah Kota Samarinda sifatnya mendampingi, terutama untuk memastikan ketertiban lalu lintas di area sekitar SPBU agar tidak timbul kemacetan parah.

​”Pengaturan dan distribusi BBM itu sepenuhnya kewenangan Pertamina. Pemerintah daerah hanya membantu menjaga ketertiban di lapangan agar tidak memicu kemacetan,” jelasnya.

​Oleh karena itu, DPRD Samarinda mendesak Pertamina untuk tidak tinggal diam dan segera berkoordinasi dengan Pemkot Samarinda. Langkah konkret harus segera dirumuskan, baik melalui rekayasa pengaturan antrean maupun evaluasi skema distribusi.

​”Kami berharap Pertamina dan pemerintah daerah bisa duduk bersama mencari jalan keluar terbaik. Masalah antrean ini harus segera terurai agar mobilitas masyarakat kembali lancar dan normal,” pungkas Novan. (san/Adv)

Berita Terkait

Ceceran Material Truk Bahayakan Pengendara, DPRD Samarinda Minta Pemkot dan Aparat Lakukan Penertiban
Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan, Ismail Latisi Minta Sekolah Pinggiran Samarinda Dibenahi
Raperda Sempadan Sungai Rampung 95 Persen, DPRD Samarinda Jamin Hak-Hak Warga Terdampak Dilindungi
Banjir Pengunjung Bikin Jalan Macet, DPRD Minta Aset Menganggur di Folder Air Hitam Disulap Jadi Lahan Parkir
Masih Minim Jalan Mulus hingga Air Bersih, Elnatan Minta Pembangunan Daerah Selatan Samarinda Diperhatikan
Terbentur Keterbatasan Anggaran Wisata, Legislatif Samarinda Dorong Terobosan Wisata Budaya di Desa Pampang
Bahas Raperda LPJ APBD 2025, DPRD Samarinda Kaji Utang, Piutang, dan Aset Pemkot
Investasi Terus Meroket, Celni Pita Sari Nilai Samarinda Kian Dilirik untuk Ekspansi Bisnis
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 16:21 WIB

Ceceran Material Truk Bahayakan Pengendara, DPRD Samarinda Minta Pemkot dan Aparat Lakukan Penertiban

Kamis, 3 September 2026 - 16:19 WIB

Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan, Ismail Latisi Minta Sekolah Pinggiran Samarinda Dibenahi

Kamis, 3 September 2026 - 16:17 WIB

Raperda Sempadan Sungai Rampung 95 Persen, DPRD Samarinda Jamin Hak-Hak Warga Terdampak Dilindungi

Rabu, 2 September 2026 - 16:15 WIB

Banjir Pengunjung Bikin Jalan Macet, DPRD Minta Aset Menganggur di Folder Air Hitam Disulap Jadi Lahan Parkir

Rabu, 2 September 2026 - 16:11 WIB

Masih Minim Jalan Mulus hingga Air Bersih, Elnatan Minta Pembangunan Daerah Selatan Samarinda Diperhatikan

Berita Terbaru