Infonusa.co, Samarinda– Stigma yang melekat terkait sekolah favorit menjadi bentuk yang dipandang seakan membedakan sekolah lainnya. Sehingga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DIsdikbud) Kaltim sebut tidak ada lagi sekolah favorit.
Hal itu dilakukan pihaknya lantaran harus ada pemerataan malalui sistem zonasi. Sehingga siswa bisa terbagi secara merata. Akan tetapi, masih banyak masyarakat yang berpikiran ada sekolah negeri tertentu yang menjadi sekolah favorit. Sehingga stigma tersebut banyak sekali yang memberatkan adanya sistem zonasi tersebut.
Kepala Bidang Pembinaan SMA, Muhammad Jasniansyah mengatakan bahwa pihaknya hendak melakukan pemerataan guna kualitas SDM tersebar di setiap sekolah tanpa terkecuali.
“Enggak ada lagi sekolah favorit. Baik dari kurikulum, sarana dan prasarana, maupun minat bakat peserta didik, sampai saat ini kami selalu memberikan perhatian bagi seluruh sekolah,” tegas Jasniansyah pada (17/11/23).
Kendati demikian pihaknya pun tidak bisa menutup kemungkinan bahwa masih ada beberapa orang tua yang ingin menyekolahkan anakanya di sekolah tertentu.
“Itu terjadi karena beberapa sekolah yang dianggap favorit ini memiliki sarana-prasarana yang lebih lengkap dibandingkan sekolah-sekolah lainnya,” tuturnya
Meski begitu, Disdikbud Kaltim tetap melakukan upaya pemerataan kualitas seluruh sekolah. Entah dari segi sapras maupun tenaga didiknya.
“Kami memenuhi semuanya pelan-pelan semua sekolah kami penuhi. Kami inventarisir kebutuhan sekolah itu apa saja untuk menunjang pemerataan tersbut,” tutupnya. (mal/adv)









