16 Calon Siswa SMP Negeri Masih Tunggu Kepastian, Verifikasi SPMB 2026 Dikebut

- Jurnalis

Kamis, 16 Juli 2026 - 00:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie. 

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie. 

Infonusa.co, Samarinda – Sebanyak 16 calon siswa SMP negeri di Kota Samarinda masih menunggu kepastian dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Pemerintah daerah didorong segera menuntaskan proses verifikasi agar para siswa mendapatkan kejelasan terkait layanan pendidikan mereka.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Muhammad Novan Syahroni Passie, mengatakan penanganan laporan terkait SPMB masih berjalan melalui Tim Reaksi Cepat (TRC). Dari sejumlah laporan yang masuk, sebagian telah mendapatkan penyelesaian, sementara sisanya masih dalam tahap pemeriksaan.

“Tim Reaksi Cepat (TRC) telah menangani total 36 laporan. Dari jumlah tersebut, 20 siswa berhasil mendapatkan sekolah, sementara 16 kasus sisanya masih dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh Inspektorat,” kata Novan.

Novan menjelaskan, perkembangan penanganan aduan tersebut sebelumnya telah dibahas bersama Dinas Pendidikan Samarinda. Namun, proses penyelesaian saat ini dikoordinasikan langsung oleh Inspektorat karena berkaitan dengan pemeriksaan yang melibatkan berbagai pihak.

“Sejauh ini, Inspektorat telah melakukan skrining awal terhadap berkas laporan yang masuk. Beberapa kasus telah menghasilkan kesimpulan final, sementara sebagian berkas lainnya masih membutuhkan pendalaman,” ujar Novan.

Menurutnya, proses pemeriksaan perlu dilakukan secara hati-hati agar setiap laporan dapat diselesaikan berdasarkan fakta di lapangan. Ia menegaskan, DPRD tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan resmi diperoleh.

Di sisi lain, Novan memastikan proses penelusuran laporan tidak boleh menghambat hak siswa untuk tetap memperoleh pendidikan. Kegiatan belajar mengajar harus tetap berjalan normal bagi seluruh siswa, termasuk mereka yang statusnya masih dalam proses verifikasi.

“Kami juga tidak mau berasumsi mengenai potensi pelanggaran dalam pelaksanaan SPMB, kami menunggu hasil proses di lapangan,” jelasnya.

Selain persoalan SPMB, perhatian juga diberikan terhadap masih adanya anggapan masyarakat mengenai perbedaan kualitas antar sekolah negeri di Samarinda. Sejumlah sekolah dinilai kurang diminati karena adanya persepsi bahwa beberapa sekolah memiliki predikat lebih unggul dibandingkan sekolah lainnya.

Novan menjelaskan, pada dasarnya seluruh sekolah negeri menerapkan standar kurikulum nasional yang sama. Menurutnya, perbedaan yang terlihat lebih banyak dipengaruhi oleh ketersediaan fasilitas pendukung, mulai dari sarana olahraga, ruang laboratorium, hingga fasilitas teknologi pembelajaran.

Karena itu, pemerataan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan menjadi salah satu hal yang perlu terus diperhatikan pemerintah daerah. Dengan fasilitas yang semakin merata, diharapkan tidak ada lagi kesenjangan kualitas antar sekolah negeri.

“Samarinda memiliki 164 SD dan 50 SMP negeri. Dengan kemampuan APBD yang ada, pembenahan dilakukan bertahap setiap tahun. Keterbatasan ini yang memunculkan pola pikir di masyarakat bahwa ada sekolah yang lebih unggul,” ucapnya.

Novan juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu menyampaikan laporan apabila menemukan persoalan di lingkungan sekolah, termasuk dugaan pelanggaran maupun tindakan indisipliner tenaga pendidik.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pengawasan sektor pendidikan agar kualitas layanan pendidikan di Kota Samarinda dapat terus ditingkatkan. (Sans/Adv)

Berita Terkait

Air Eks Tambang Diwacanakan Jadi Air Baku, DPRD PPU Minta Uji Laboratorium
Penataan Pasar Pagi dan Pasar Subuh Harus Berkeadilan, DPRD Samarinda Minta Pemkot Hormati Hak Pedagang
Novan Minta Orang Tua Perketat Pendampingan Digital Penggunaan Gadget di Kalanagan Anak yang Kian Menjamur
Atur Pedagang Kaki Lima hingga Parkir Liar, DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Pasar Rakyat
Evaluasi DP2KB, DPRD Samarinda Tekankan Penanganan Stunting Tak Cukup Hanya Serap Anggaran
Relokasi Pelabuhan Penumpang ke Palaran, Jasno Yakin Mampu Memicu Pusat Ekonomi Baru di Samarinda
Fisik Rampung Tinggal Tunggu Izin Operasional, DPRD Optimis Terowongan Pertama Samarinda Siap Digunakan
Sedot Anggaran Rp468,5 Miliar dan Kios Sepi, DPRD Samarinda Soroti Revitalisasi Pasar Pagi
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 21:05 WIB

Air Eks Tambang Diwacanakan Jadi Air Baku, DPRD PPU Minta Uji Laboratorium

Senin, 7 September 2026 - 17:06 WIB

Penataan Pasar Pagi dan Pasar Subuh Harus Berkeadilan, DPRD Samarinda Minta Pemkot Hormati Hak Pedagang

Senin, 7 September 2026 - 17:03 WIB

Novan Minta Orang Tua Perketat Pendampingan Digital Penggunaan Gadget di Kalanagan Anak yang Kian Menjamur

Senin, 7 September 2026 - 17:01 WIB

Atur Pedagang Kaki Lima hingga Parkir Liar, DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Pasar Rakyat

Senin, 7 September 2026 - 16:59 WIB

Evaluasi DP2KB, DPRD Samarinda Tekankan Penanganan Stunting Tak Cukup Hanya Serap Anggaran

Berita Terbaru

Foto: Rapat pembahasan persiapan peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kukar. (Istimewa)

Advertorial

Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026

Senin, 12 Okt 2026 - 19:41 WIB