Infonusa.co. Samarinda– Keterbatasan peningkatan pendidikan di daerah pelosok menjadi hambatan terhadap proses pembelajaran siswa dalam menimba ilmu pengetahua.
Terlebihnya lagi bagi daerah 3T yaitu tertinggal, terdepan dan tertular yang seharusnya menjadi pusat utama dalam menunjang mutu dan kualitas penidikan.
Menjawab Hal ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim Muhammad Kurniawan mengatakan bahwa terkait sekolah 3T perlu adanya penambahan Ruang Kelas Baru (RKB) dan unit Sekolah Baru (USB).
Sehingga pihaknya akan berupaya memenuhi fasilitas pendidikan dan menambah tenaga kependidikan khususnya guru untuk mengajar di daerah 3T.
“Untuk memenuhi itu semua, pihaknya memang merasakan banyak tantangan. Di RKPD Kaltim, juga ada penambahan tunjangan untuk tenaga pendidiknya, Sudah kami anggarkan dan kami tinggal menunggu peraturan gubernur untuk pembayaran,” ungkapnya pada Senin (13/11/23).
Kurniawan mengungkapkan juga kendala yang fundamental ialah prihal akses serta terbatasnya jarak. Sehingga perlu membangun sekolah atau ruang kelas baru di daerah pelosok menjadi agak sulit.
“Contohnya seperti Mahakam Ulu (Mahulu) yang aksesnya cukup jauh. Akses pendidikannya sangat terbatas tapi anak-anak juga harus bisa bersekolah,” jelasnya.
Oleh karena itu pihaknya tetap akan mengupayakan berbagai hal dalam waktu dekat ini.Terkait rencana untuk membangun sekolah berasrama di Mahulu.
Semua itu dilakukan bertujuan untuk siswa tak lagi perlu bolak-balik antara sekolah dan rumah. Di sana jarak tempuh dari rumah ke sekolah juga banyak yang jauh.
“Jadi siswa-siswa itu nanti diasramakan. Insyaallah nanti mudah-mudahan sampai akhir RKPD 2026, sudah terbangun asrama untuk salah satu SMA di Mahulu,” tutupnya. (mal/adv)









