Komisi IV Soroti Keterbatasan Anggaran DP2KB Samarinda, Dorong Penguatan Program Ketahanan Keluarga

- Jurnalis

Selasa, 14 Juli 2026 - 23:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti (fot0o:inf)

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti (fot0o:inf)

Infonusa.co, Samarinda – Komisi IV DPRD Kota Samarinda mendorong penguatan dukungan anggaran bagi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB). Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan berbagai program pembangunan keluarga, termasuk upaya percepatan penurunan angka stunting, dapat berjalan lebih optimal.

Persoalan keterbatasan anggaran DP2KB menjadi salah satu pembahasan dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi IV DPRD Samarinda bersama jajaran DP2KB. Pertemuan tersebut membahas evaluasi pelaksanaan anggaran tahun 2026 sekaligus rencana program kerja untuk tahun 2027.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, mengatakan ruang fiskal yang dimiliki DP2KB saat ini masih cukup terbatas. Sebagian besar anggaran yang tersedia masih dialokasikan untuk kebutuhan belanja pegawai dan operasional rutin, sementara sejumlah program strategis masih bergantung pada dukungan pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

“Dari APBD, sebagian besar anggaran digunakan untuk gaji, tunjangan, dan kegiatan rutin. Program lainnya banyak didukung dana dari BKKBN,” ujar Sri Puji, Senin (13/7/2026).

Menurut Sri Puji, dengan anggaran sekitar Rp10 miliar, DP2KB harus menjalankan berbagai program yang memiliki cakupan cukup luas. Mulai dari pengendalian penduduk, pelayanan keluarga berencana, penguatan ketahanan keluarga, hingga dukungan terhadap program penurunan stunting.

Dalam pelaksanaannya, DP2KB juga mendapat dukungan dari berbagai unsur masyarakat, seperti kader posyandu, Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja, serta agen pembangunan keluarga. Namun, keterbatasan dukungan operasional membuat peran para kader tersebut belum dapat dimaksimalkan sepenuhnya.

Selain persoalan pendanaan, Komisi IV DPRD Samarinda juga menyoroti pentingnya penyelarasan data antarorganisasi perangkat daerah (OPD). Perbedaan data antara DP2KB, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial dinilai dapat memengaruhi ketepatan sasaran dalam pelaksanaan program.

Menurut Sri Puji, penyatuan data menjadi langkah penting agar intervensi pemerintah terhadap kelompok rentan, termasuk keluarga berisiko stunting, ibu hamil, dan anak dengan masalah gizi, dapat dilakukan secara lebih efektif.

“Kami berharap tidak ada lagi ego sektoral. Data posyandu, ibu hamil, anak kurang gizi, dan keluarga rentan stunting harus sama agar anggaran tepat sasaran,” tegasnya.

Ia menambahkan, sinkronisasi data tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan program, tetapi juga menjadi dasar dalam menyusun perencanaan anggaran agar setiap kebijakan yang dibuat benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan program DP2KB, Komisi IV mendorong adanya penambahan anggaran melalui APBD Perubahan 2026 maupun APBD 2027. Tambahan tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program sekaligus memperbaiki fasilitas pendukung yang masih membutuhkan perhatian.

“Harapan kami ada tambahan anggaran untuk renovasi kantor dan balai yang rusak. Kami ingin membangun Kampung KB Reborn dan mewujudkan satu data di setiap kecamatan,” ujarnya.

Sri Puji menilai pembangunan ketahanan keluarga tidak hanya berkaitan dengan program jangka pendek, tetapi menjadi bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia di Kota Samarinda. Karena itu, penguatan kelembagaan dan dukungan anggaran bagi DP2KB dinilai perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.

Sejalan dengan proses finalisasi Raperda Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga di DPRD Kota Samarinda, Komisi IV berharap kebijakan tersebut dapat menjadi landasan untuk memperkuat peran pemerintah dalam membangun keluarga yang sehat, mandiri, dan berdaya tahan di masa mendatang.

Berita Terkait

Air Eks Tambang Diwacanakan Jadi Air Baku, DPRD PPU Minta Uji Laboratorium
Penataan Pasar Pagi dan Pasar Subuh Harus Berkeadilan, DPRD Samarinda Minta Pemkot Hormati Hak Pedagang
Novan Minta Orang Tua Perketat Pendampingan Digital Penggunaan Gadget di Kalanagan Anak yang Kian Menjamur
Atur Pedagang Kaki Lima hingga Parkir Liar, DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Pasar Rakyat
Evaluasi DP2KB, DPRD Samarinda Tekankan Penanganan Stunting Tak Cukup Hanya Serap Anggaran
Relokasi Pelabuhan Penumpang ke Palaran, Jasno Yakin Mampu Memicu Pusat Ekonomi Baru di Samarinda
Fisik Rampung Tinggal Tunggu Izin Operasional, DPRD Optimis Terowongan Pertama Samarinda Siap Digunakan
Sedot Anggaran Rp468,5 Miliar dan Kios Sepi, DPRD Samarinda Soroti Revitalisasi Pasar Pagi
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 21:05 WIB

Air Eks Tambang Diwacanakan Jadi Air Baku, DPRD PPU Minta Uji Laboratorium

Senin, 7 September 2026 - 17:06 WIB

Penataan Pasar Pagi dan Pasar Subuh Harus Berkeadilan, DPRD Samarinda Minta Pemkot Hormati Hak Pedagang

Senin, 7 September 2026 - 17:03 WIB

Novan Minta Orang Tua Perketat Pendampingan Digital Penggunaan Gadget di Kalanagan Anak yang Kian Menjamur

Senin, 7 September 2026 - 17:01 WIB

Atur Pedagang Kaki Lima hingga Parkir Liar, DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Pasar Rakyat

Senin, 7 September 2026 - 16:59 WIB

Evaluasi DP2KB, DPRD Samarinda Tekankan Penanganan Stunting Tak Cukup Hanya Serap Anggaran

Berita Terbaru

Foto: Rapat pembahasan persiapan peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kukar. (Istimewa)

Advertorial

Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026

Senin, 12 Okt 2026 - 19:41 WIB