Infonusa.co, Samarinda– Guru di Kalimantan Timur (Kaltim) kali harus gencar mendapatkan pembekalan dalam investasi jangka panjang untuk ciptakan kualitas berdaya saing.
Menjawab hal tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim tingkatkan kuakitas guru mata pelajaran (matpel) Agrobisnis Produksi Tanaman jenjang SMK dengan memberikan upskilling.
Bahkan dalam upskiling itu tercatat ada 138 guru dari 7 kabupaten dan kota di Kaltim yang mengikuti kegiatan upskilling ini.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Guru dan Tenaga Pendidikan (GTK) Disdikbud Kaltim, Armin mengatakan bahwa upskilling ini bertunuan tingkatkan kompetensi profesionalisme guru.
“Khususnya untuk matpel Agrobisnis Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura, Tanaman Perkebunan, dan Kultur Jaringan,” terangnya pada Sabtu (2/11/23).
Armin menuturkan semua ini sebagai bentuk proses dalam peningkatan pengetahuan serta keterampilan guru. Lebihnya saat implementasi materi matpwl Arobisnis Produksi Tanaman.
Armin mengatakan, peningkatan kompetensi guru adalah kebijakan strategis dalam rangka membenahi masalah secara mendasar.
Sehingga upskilling ini sangat krusial untuk segera dilaksanakan. Disdikbud Kaltim juga menghadirkan berbagai narasumber yang berkompeten.
“Mereka adalah akademisi dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Mulawarman (Unmul),” ungkapnya.
Matpel Agrobisnis Produksi Tanaman bakal membekali para siswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam bidang pertanian, pembenihan, pembibitan, pembiakan tanaman, pemupukan tanaman, pengendalian hama, dan penyakit tanaman.
“Maka penting diadakannya peningkatan kompetensi untuk guru sebagai kebijakan strategis dalam rangka membenahi persoalan mata pelajaran terkait secara mendasar,” tutupnya. (ak/adv)









