Infonusa.co, Samarinda- Sekolah Luar Biasa (SLB) menjadi salah satu garada terdepan dalam peningkatan mutu dan pembelajaran bagi generasi muda. Sehingga untuk menunjang proses tersebut diprlukan adanya upaya pemberdayaan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudyaan (Disdikbud) Kaltim, Muhammad Kurniawan mengatakan bahwa pihaknya akan fokus memperhatikan kesenjangan dari tenada didik terkhususnya guru SLB.
Salah satu hal yang harus difokuskan ialah memperbaiki sarana dan prasarana (Sarpras) untuk Sekolah Luar Biasa (SLB) yang sudah ada saat ini.
“Untuk saat ini, kami masih belum ada rencana ke situ (membangun SLB baru). Kami akan memaksimalkan dan mengoptimalkan yang sudah ada,” kata Kurniawan pada Selasa (14/11/23).
Kurniawan mengatakan bahwa terdapat ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, salah satunya ialaha peningkatan kualitas pendidikan di SLB.
Terlebihnya lagi jumlah tenaga pendidik atau guru berkeahlian Pendidikan Luar Biasa saat ini terbilang masih sangat minim.
“Kami menyadari bahwa penambahan guru dengan latar belakang pendidikan luar biasa diperlukan. Tantangan dalam mengelola SLB memang lebih variatif, tetapi kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan,” Kurniawan menegaskan.
Diakhir kalimatnya, Kurniawan menyampaikan prihal keadaan SLB di Benua Etan hanya memiliki sekitar 30 SLB, itu sudah terhimpun yang berstatus negeri dan swasta.
“Dirinci 11 di antaranya adalah SLB Negeri milik Pemprov Kalimantan timur, dan 19 di antaranya milik swasta. Dua di antaranya ada di Samarinda,” tutupnya. (mal/adv)









