DPRD PPU Pertanyakan Ironi Tingginya Penghasilan dari Ikan, Namun Angka Stunting Masih Tinggi

- Jurnalis

Selasa, 15 Oktober 2024 - 19:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infonusa.co, Penajam Paser Utara – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dikenal sebagai daerah penghasil ikan dengan produksi yang melimpah, tetapi ironisnya, angka stunting dan kekurangan protein di daerah ini masih tinggi.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU, Ishaq Rahman, menyoroti ketidaksesuaian ini dan mempertanyakan efektivitas kampanye gizi yang selama ini dijalankan pemerintah.

Ia menekankan bahwa di tengah melimpahnya penghasilan dari ikan, akses masyarakat terhadap makanan bergizi, terutama yang mengandung protein, harus menjadi perhatian utama.

“Ada juga kampanye soal makanan wajib. Ini miris. Kita punya penghasilan dari ikan, tapi banyak yang masih stunting dan kekurangan protein,” ujar Ishaq.

Ia mengungkapkan keprihatinan atas kondisi tersebut dan menilai bahwa kampanye gizi yang dijalankan saat ini perlu dievaluasi untuk memastikan bahwa masyarakat benar-benar mendapatkan manfaat dari sumber protein lokal.

Menurut Ishaq, meskipun PPU menghasilkan ikan dalam jumlah besar, pemenuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak yang rentan stunting, tampaknya masih belum optimal.

Ishaq juga mempertanyakan apakah distribusi ikan yang melimpah di PPU sudah merata dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan asupan protein tinggi.

“Nggak ada jaminan bahwa orang yang makan ikan pasti nggak stunting, tapi setidaknya kebutuhan gizi harus terpenuhi,” lanjutnya.

Menurutnya, konsumsi ikan tidak sepenuhnya menjamin bebas dari stunting, namun ketersediaan sumber protein yang melimpah seharusnya mampu membantu mengurangi masalah gizi ini jika distribusi dan akses terhadap ikan diperbaiki. ADV/IB

Berita Terkait

Fiskal PPU Tertekan, Ketua DPRD Minta APBD Fokus pada Kebutuhan Dasar
DPRD PPU: Kopdes Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak, Tapi Pengelola Harus Transparan
Beras PPU Banyak Keluar Daerah, DPRD Soroti Rantai Distribusi
DPRD PPU Soroti Serapan Gabah, Petani Jangan Dibebani Persoalan Pascapanen
Pejabat Baru PPU Diminta Tak Sekadar Isi Jabatan, PR Lama Harus Diselesaikan
DPRD PPU Soroti Pengawasan Dapur MBG, Keamanan Makanan Jadi Perhatian
Karhutla dan Kemarau Tekan PPU, DPRD Dorong Embung untuk Selamatkan Pertanian
CT Scan Sudah Ada, DPRD PPU Dorong SDM dan Perawatan Alat Diperkuat
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 21:51 WIB

Fiskal PPU Tertekan, Ketua DPRD Minta APBD Fokus pada Kebutuhan Dasar

Rabu, 16 September 2026 - 21:49 WIB

DPRD PPU: Kopdes Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak, Tapi Pengelola Harus Transparan

Selasa, 15 September 2026 - 21:47 WIB

Beras PPU Banyak Keluar Daerah, DPRD Soroti Rantai Distribusi

Senin, 14 September 2026 - 21:45 WIB

DPRD PPU Soroti Serapan Gabah, Petani Jangan Dibebani Persoalan Pascapanen

Senin, 14 September 2026 - 21:43 WIB

Pejabat Baru PPU Diminta Tak Sekadar Isi Jabatan, PR Lama Harus Diselesaikan

Berita Terbaru

Foto: Kepala Bidang Aset BPKAD Kukar, Bagus Eko Sampurno.

Pemkab Kukar

Sebanyak 101 Kendaraan Rusak Berat di Kukar Masuk Proses Lelang

Kamis, 15 Okt 2026 - 17:21 WIB