Disdikbud Kaltim Gandeng Perusahaan untuk Atasi Kekurangan Tenaga Pengajar di SMK

- Jurnalis

Rabu, 8 November 2023 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pembelajaran industri di SMK (Istimewa)

Ilustrasi pembelajaran industri di SMK (Istimewa)

Infonusa.co, Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengakui adanya kekurangan tenaga pengajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang masih menjadi masalah serius hingga saat ini.

Untuk mengatasi permasalahan ini, Disdikbud Kaltim berencana menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan di wilayah Kaltim agar bisa menjadi pengajar atau guru tamu bagi para siswa kedepan.

Kepala Bidang SMK Disdikbud Kaltim, Surasa, menyatakan bahwa saat ini ketersediaan guru SMK di Kaltim masih sangat terbatas, dengan hanya sekitar 5.112 tenaga pengajar.

“Keadaan ini berdampak signifikan terutama pada sekolah-sekolah di pedalaman atau wilayah terpencil, yang masih kesulitan untuk mendapatkan tenaga pengajar yang memadai untuk SMK,” ucap Surasa, Rabu (8/11/2023).

Surasa mengungkapkan bahwa kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) guru SMK di Kaltim juga menjadi tantangan utama dalam sektor pendidikan.

“Kekurangan guru SMK di Kaltim adalah masalah yang signifikan, dan kami mencari solusi dengan mendorong sekolah untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan di sekitarnya,” katanya.

Guru SMK dapat dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu guru produktif dan guru adaptif. Guru produktif adalah mereka yang mengajar sesuai dengan jurusan atau bidang keahlian tertentu, sementara guru adaptif mampu menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan, kondisi, dan lingkungan siswa untuk memastikan pemahaman pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang baik.

“Kami berharap bahwa dengan kerjasama antara sekolah dan industri, kita dapat mengatasi kekurangan ini dengan mengundang guru dari industri, yang sering disebut sebagai guru tamu, untuk memberikan pengajaran di sekolah-sekolah,” tambahnya.

Upaya ini diharapkan mampu membantu mengisi kekosongan tenaga pengajar di SMK di Kaltim, sehingga kualitas pendidikan dan pelatihan yang diberikan kepada siswa tetap terjaga.

“Kerjasama antara sektor pendidikan dan industri menjadi salah satu solusi yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan SMK di wilayah ini,” pungkas Surasa.

Berita Terkait

Bulan Ramadhan Tiba, Aris Serukan Remaja Kejar Kegiatan Positif Dibanding Balap Liar
Disdikbud Kaltim Arahkan Seluruh SMA Untuk Terapkan Aplikasi Srikandi
Disdikbud Kaltim Lakukan Penguatan Signal Dalam Mendukung Aplikasi Srikandi
Disdikbud Kaltim Upayakan Penguatan Signal di Beberapa Sekolah Pedalaman
Disdikbud Laksanakan Klarifikasi Pembaharuan Dapodik SMK se Kaltim
Disdikbud Kaltim Akan Sertifikasi Guru Seni Budaya
Disdikbud Kaltim Berkomitmen Untuk Penyandang Disabilitas Bisa Bekerja Setelah Lulus
Diskdikbud Kaltim Akan Prioritaskan Bangun Sekolah di Kubar dan Mahulu 
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Maret 2025 - 13:49 WIB

Bulan Ramadhan Tiba, Aris Serukan Remaja Kejar Kegiatan Positif Dibanding Balap Liar

Selasa, 5 Desember 2023 - 13:13 WIB

Disdikbud Kaltim Arahkan Seluruh SMA Untuk Terapkan Aplikasi Srikandi

Selasa, 5 Desember 2023 - 13:12 WIB

Disdikbud Kaltim Lakukan Penguatan Signal Dalam Mendukung Aplikasi Srikandi

Rabu, 29 November 2023 - 19:40 WIB

Disdikbud Kaltim Upayakan Penguatan Signal di Beberapa Sekolah Pedalaman

Rabu, 29 November 2023 - 19:36 WIB

Disdikbud Laksanakan Klarifikasi Pembaharuan Dapodik SMK se Kaltim

Berita Terbaru

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Sani Bin Husain

DPRD Samarinda

DPRD Samarinda Dorong Produk UMKM Lokal Menembus Pasar Modern

Jumat, 17 Jul 2026 - 00:14 WIB