Infonusa.co, Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengakui adanya kekurangan tenaga pengajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang masih menjadi masalah serius hingga saat ini.
Untuk mengatasi permasalahan ini, Disdikbud Kaltim berencana menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan di wilayah Kaltim agar bisa menjadi pengajar atau guru tamu bagi para siswa kedepan.
Kepala Bidang SMK Disdikbud Kaltim, Surasa, menyatakan bahwa saat ini ketersediaan guru SMK di Kaltim masih sangat terbatas, dengan hanya sekitar 5.112 tenaga pengajar.
“Keadaan ini berdampak signifikan terutama pada sekolah-sekolah di pedalaman atau wilayah terpencil, yang masih kesulitan untuk mendapatkan tenaga pengajar yang memadai untuk SMK,” ucap Surasa, Rabu (8/11/2023).
Surasa mengungkapkan bahwa kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) guru SMK di Kaltim juga menjadi tantangan utama dalam sektor pendidikan.
“Kekurangan guru SMK di Kaltim adalah masalah yang signifikan, dan kami mencari solusi dengan mendorong sekolah untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan di sekitarnya,” katanya.
Guru SMK dapat dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu guru produktif dan guru adaptif. Guru produktif adalah mereka yang mengajar sesuai dengan jurusan atau bidang keahlian tertentu, sementara guru adaptif mampu menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan, kondisi, dan lingkungan siswa untuk memastikan pemahaman pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang baik.
“Kami berharap bahwa dengan kerjasama antara sekolah dan industri, kita dapat mengatasi kekurangan ini dengan mengundang guru dari industri, yang sering disebut sebagai guru tamu, untuk memberikan pengajaran di sekolah-sekolah,” tambahnya.
Upaya ini diharapkan mampu membantu mengisi kekosongan tenaga pengajar di SMK di Kaltim, sehingga kualitas pendidikan dan pelatihan yang diberikan kepada siswa tetap terjaga.
“Kerjasama antara sektor pendidikan dan industri menjadi salah satu solusi yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan SMK di wilayah ini,” pungkas Surasa.









