Infonusa.co, Samarinda – Tingginya antusiasme masyarakat yang beraktivitas di kawasan Folder Air Hitam kini berdampak pada kemacetan lalu lintas. Akibat keterbatasan lahan parkir, banyak pengunjung nekat memarkir kendaraan di bahu jalan hingga menyita badan jalan utama.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, menegaskan bahwa Pemkot Samarinda harus sigap mencarikan solusi. Untuk mengatasi krisis parkir ini, pemerintah dinilai tidak perlu buru-buru membeli lahan baru, melainkan cukup memanfaatkan aset milik daerah yang selama ini mangkrak atau belum optimal.
”Daripada aset Pemkot dibiarkan kosong tak terpakai, lebih baik dikaji pemanfaatannya untuk kantong parkir tambahan bagi warga,” usul Rohim.
Rohim menunjuk salah satu aset potensial di sekitar lokasi, yakni gedung olahraga bulu tangkis yang pemanfaatannya belum maksimal. Bangunan beserta lahannya tersebut dinilai sangat ideal dialihfungsikan sebagai kantong parkir terpadu.
Ia menyayangkan lemahnya perencanaan ruang publik yang tidak dibarengi penyediaan fasilitas penunjang sejak awal. Padahal, Folder Air Hitam kini telah bertransformasi dari sekadar sarana olahraga menjadi pusat ekonomi kreatif, kuliner UMKM, dan tempat bersantai warga pada sore hingga malam hari.
”Ketika suatu kawasan difungsikan jadi pusat keramaian, fasilitas parkir wajib diperhitungkan sejak awal. Jangan sampai warganya ramai, tapi kendaraannya malah meluber menutupi jalan raya,” terangnya.
Menurut Rohim, mengoptimalkan aset eksisting jauh lebih hemat anggaran ketimbang melakukan pembebasan lahan baru yang memakan biaya besar. Oleh karena itu, ia mendesak Pemkot Samarinda segera menginventarisasi seluruh aset di sekitar Folder Air Hitam.
”Folder Air Hitam ini sudah jadi magnet baru warga Samarinda. Penataan kantong parkir yang memadai harus segera direalisasikan agar arus lalu lintas tetap lancar dan pengunjung merasa aman,” pungkas Rohim. (San/Adv)









