Dampak Psikologis Pemindahan Pasar Waru, Masyarakat Resisten terhadap Perubahan

- Jurnalis

Jumat, 11 Oktober 2024 - 19:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infonusa.co, Penajam Paser Utara – Rencana pemindahan pasar di Kecamatan Waru ke Desa Susulu menghadapi tantangan signifikan, terutama terkait dampak psikologis yang dialami oleh masyarakat setempat.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU, Ishaq Rahman, mengungkapkan bahwa kebiasaan masyarakat yang lebih suka belok ke kiri saat keluar dari Simpang Tiga Waru menunjukkan adanya resistensi terhadap perubahan.

“Pasar yang diadakan dua kali sepekan, Minggu dan Kamis, itu kan dilaksanakan di Pasar Waru. Kalau kemudian dipindah ke Desa Susulu, kan enggak mungkin disebut Pasar Susulu atau Pasar Baru lagi. Itu pasti berubah, dan juga berpengaruh pada masyarakat,” ujar Ishaq Rahman.

Pernyataan ini menggambarkan betapa pentingnya identitas lokasi pasar bagi masyarakat yang telah terbangun selama bertahun-tahun.

Ishaq menjelaskan bahwa perubahan lokasi pasar bukan sekadar masalah fisik, tetapi juga menyangkut aspek psikologis yang mendalam.

“Secara psikologis, manusia itu paling suka belok kiri daripada kanan. Penduduk Waru tuh, terbanyaknya ada di Desa Bangun Mulia. Ketika mereka keluar dari Simpang Tiga Waru, mereka lebih suka belok kiri daripada kanan,” lanjutnya.

Kebiasaan ini menunjukkan betapa terintegrasinya pasar dengan rutinitas sehari-hari masyarakat, dan pemindahan yang tiba-tiba dapat mengganggu pola tersebut.

Dalam konteks ini, pemindahan pasar dianggap berpotensi menghilangkan identitas dan karakteristik yang telah lama melekat pada Pasar Waru.

Masyarakat khawatir bahwa dengan adanya pemindahan, pasar yang baru tidak akan memberikan nuansa dan pengalaman berbelanja yang sama. Hal ini dapat mengubah perilaku belanja masyarakat yang selama ini telah terbangun.

Ishaq menegaskan bahwa penting untuk mempertahankan identitas Pasar Waru agar tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa pasar bukan hanya sekadar tempat jual beli, tetapi juga merupakan simbol budaya dan interaksi sosial bagi warga setempat. ADV/IB

Berita Terkait

Fiskal PPU Tertekan, Ketua DPRD Minta APBD Fokus pada Kebutuhan Dasar
DPRD PPU: Kopdes Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak, Tapi Pengelola Harus Transparan
Beras PPU Banyak Keluar Daerah, DPRD Soroti Rantai Distribusi
DPRD PPU Soroti Serapan Gabah, Petani Jangan Dibebani Persoalan Pascapanen
Pejabat Baru PPU Diminta Tak Sekadar Isi Jabatan, PR Lama Harus Diselesaikan
DPRD PPU Soroti Pengawasan Dapur MBG, Keamanan Makanan Jadi Perhatian
Karhutla dan Kemarau Tekan PPU, DPRD Dorong Embung untuk Selamatkan Pertanian
CT Scan Sudah Ada, DPRD PPU Dorong SDM dan Perawatan Alat Diperkuat
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 21:51 WIB

Fiskal PPU Tertekan, Ketua DPRD Minta APBD Fokus pada Kebutuhan Dasar

Rabu, 16 September 2026 - 21:49 WIB

DPRD PPU: Kopdes Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak, Tapi Pengelola Harus Transparan

Selasa, 15 September 2026 - 21:47 WIB

Beras PPU Banyak Keluar Daerah, DPRD Soroti Rantai Distribusi

Senin, 14 September 2026 - 21:45 WIB

DPRD PPU Soroti Serapan Gabah, Petani Jangan Dibebani Persoalan Pascapanen

Senin, 14 September 2026 - 21:43 WIB

Pejabat Baru PPU Diminta Tak Sekadar Isi Jabatan, PR Lama Harus Diselesaikan

Berita Terbaru

Foto: Kepala Bidang Aset BPKAD Kukar, Bagus Eko Sampurno.

Pemkab Kukar

Sebanyak 101 Kendaraan Rusak Berat di Kukar Masuk Proses Lelang

Kamis, 15 Okt 2026 - 17:21 WIB