APK Bertebaran di Samarinda Sebelum Masa Kampanye, Joni Sinatra Ginting Mendorong Kepatuhan pada Aturan yang Berlaku

- Jurnalis

Kamis, 12 Oktober 2023 - 02:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Joni Sinatra Ginting (foto: infonusa.co/HO)

Foto: Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Joni Sinatra Ginting (foto: infonusa.co/HO)

Infonusa.co, SAMARINDA – Meski masih beberapa bulan menjelang masa kampanye politik, sejumlah calon legislatif dari berbagai partai politik (parpol) terlihat telah memasang alat peraga kampanye (APK) di berbagai titik di Kota Samarinda. Fenomena ini menjadi perhatian serius Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Joni Sinatra Ginting, yang menyampaikan keprihatinannya terkait dampak negatifnya.

Joni menyoroti potensi kerusakan terhadap tata keindahan kota akibat penyebaran APK di luar masa kampanye resmi. Dalam pernyataannya, Joni menekankan pentingnya para calon legislatif untuk tunduk pada aturan yang berlaku, menjaga ketertiban kota, dan menunjukkan komitmen terhadap proses demokrasi yang sehat.

“Seperti mreka pasang APK itu di pohon yang lagi kita pelihara terus ditancap dengan paku dan sebagainya, kan merusak estetika kota,” kata Joni, Kamis, (12/10/2023).

Sehingga Joni mengharapkan agar seluruh parpol yang ada di Kota Samarinda dapat mematuhi peraturan yang telah ditentukan dengan tidak memasang baliho di tempat yang dilarang.

“Calon pada pemilu 2024 bisa berkomunikasi dengan rakyat dengan cara elegan untuk menciptakan demokrasi yang berkualitas,” tuturnya.

Sejalan dengan itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda Firman Hidayat buka suara terkait banyaknya algaka yang bertebaran di titik-titik jalan kota. Firman menyatakan pihaknya belum dapat menertibkan hal tersebut senelum memasuki tahapan kampanye.

“Karena sampai hari ini belum masa tahapan kampanye. Sampai hari ini kami masih melakukan verifikasi bacaleg,” katanya

Sebagai informasi, peserta pemilu 2024 dapat melakukan kampanye mulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024. Artinya, sebelum periode tersebut algaka tersebut hanya diperkenankan berbentuk sosialisasi, bukan ajakan untuk mencoblos pasangan calon (paslon).

“Kalau menertibkan, jangan dibebankan ke KPU dong. Karena mereka belum terikat dengan KPU. Jadi mereka juga belum terikat dengan aturan-aturan KPU,” pungkasnya.

Berita Terkait

Penataan Pasar Pagi dan Pasar Subuh Harus Berkeadilan, DPRD Samarinda Minta Pemkot Hormati Hak Pedagang
Novan Minta Orang Tua Perketat Pendampingan Digital Penggunaan Gadget di Kalanagan Anak yang Kian Menjamur
Atur Pedagang Kaki Lima hingga Parkir Liar, DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Pasar Rakyat
Evaluasi DP2KB, DPRD Samarinda Tekankan Penanganan Stunting Tak Cukup Hanya Serap Anggaran
Relokasi Pelabuhan Penumpang ke Palaran, Jasno Yakin Mampu Memicu Pusat Ekonomi Baru di Samarinda
Fisik Rampung Tinggal Tunggu Izin Operasional, DPRD Optimis Terowongan Pertama Samarinda Siap Digunakan
Sedot Anggaran Rp468,5 Miliar dan Kios Sepi, DPRD Samarinda Soroti Revitalisasi Pasar Pagi
Ceceran Material Truk Bahayakan Pengendara, DPRD Samarinda Minta Pemkot dan Aparat Lakukan Penertiban
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 17:06 WIB

Penataan Pasar Pagi dan Pasar Subuh Harus Berkeadilan, DPRD Samarinda Minta Pemkot Hormati Hak Pedagang

Senin, 7 September 2026 - 17:03 WIB

Novan Minta Orang Tua Perketat Pendampingan Digital Penggunaan Gadget di Kalanagan Anak yang Kian Menjamur

Senin, 7 September 2026 - 17:01 WIB

Atur Pedagang Kaki Lima hingga Parkir Liar, DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Pasar Rakyat

Senin, 7 September 2026 - 16:59 WIB

Evaluasi DP2KB, DPRD Samarinda Tekankan Penanganan Stunting Tak Cukup Hanya Serap Anggaran

Jumat, 4 September 2026 - 16:57 WIB

Relokasi Pelabuhan Penumpang ke Palaran, Jasno Yakin Mampu Memicu Pusat Ekonomi Baru di Samarinda

Berita Terbaru