DPRD Samarinda Soroti Tambahan Anggaran Terowongan Selili, Temukan Longsor Tak Terdeteksi Studi Awal

- Jurnalis

Selasa, 22 Juli 2025 - 19:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terowongan Selili Samarinda. (Istimewa)

Terowongan Selili Samarinda. (Istimewa)

Infonusa.co, Samarinda – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda menyoroti secara serius rencana penambahan anggaran sebesar Rp39 miliar dalam APBD Perubahan 2025 untuk proyek pembangunan Terowongan Selili.

Dalam kunjungan lapangan ke titik inlet dan outlet terowongan, rombongan dewan menemukan sejumlah persoalan krusial, termasuk terjadinya longsor di sisi inlet yang ternyata tidak terdeteksi dalam studi teknis awal proyek tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyayangkan lemahnya antisipasi dalam perencanaan awal. Dirinya menilai bahwa proyek dengan nilai ratusan miliar rupiah semestinya dirancang secara matang, termasuk memperhitungkan potensi risiko geologis seperti pergeseran tanah atau rembesan air.

“Kami menekankan bahwa evaluasi tidak boleh hanya fokus pada penanganan dampaknya saja, tetapi juga harus menyeluruh hingga ke akar penyebabnya,” ujar Deni usai meninjau lokasi.

“Tadi dijelaskan bahwa dalam kajian awal mereka tidak mendeteksi adanya kandungan air atau endapan yang dapat memicu longsor. Ini tentu jadi catatan serius,” tambahnya.

Deni menyampaikan bahwa DPRD menginginkan adanya pertanggungjawaban penuh dari pihak pelaksana, terlebih dengan adanya permintaan tambahan anggaran yang cukup signifikan.

Dirinya menegaskan bahwa anggaran publik harus digunakan secara optimal dan disertai dengan perencanaan yang akurat.

“Proyek ini menelan anggaran sangat besar. Kami tidak ingin setelah penambahan Rp39 miliar ini, masih muncul kejadian-kejadian teknis yang sebelumnya tidak diprediksi,” ihwalnya.

Sebagai tindak lanjut, DPRD telah meminta agar pihak kontraktor pelaksana dihadirkan kembali dalam rapat lanjutan pekan depan. Deni menegaskan bahwa forum tersebut akan difokuskan pada penjelasan teknis menyangkut kebutuhan tambahan anggaran, sistem keamanan, serta strategi penguatan struktur proyek ke depan.

“Transparansi dan akuntabilitas harus ditegakkan. Kami ingin memastikan proyek ini benar-benar aman, efektif, dan bermanfaat jangka panjang bagi masyarakat Samarinda,” tutup politikus dari Partai Gerindra tersebut. (Ikhsan/Adv)

Berita Terkait

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 
Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:24 WIB

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:03 WIB

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Berita Terbaru