Infonusa.co, Samarinda – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda menyoroti secara serius rencana penambahan anggaran sebesar Rp39 miliar dalam APBD Perubahan 2025 untuk proyek pembangunan Terowongan Selili.
Dalam kunjungan lapangan ke titik inlet dan outlet terowongan, rombongan dewan menemukan sejumlah persoalan krusial, termasuk terjadinya longsor di sisi inlet yang ternyata tidak terdeteksi dalam studi teknis awal proyek tersebut.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyayangkan lemahnya antisipasi dalam perencanaan awal. Dirinya menilai bahwa proyek dengan nilai ratusan miliar rupiah semestinya dirancang secara matang, termasuk memperhitungkan potensi risiko geologis seperti pergeseran tanah atau rembesan air.
“Kami menekankan bahwa evaluasi tidak boleh hanya fokus pada penanganan dampaknya saja, tetapi juga harus menyeluruh hingga ke akar penyebabnya,” ujar Deni usai meninjau lokasi.
“Tadi dijelaskan bahwa dalam kajian awal mereka tidak mendeteksi adanya kandungan air atau endapan yang dapat memicu longsor. Ini tentu jadi catatan serius,” tambahnya.
Deni menyampaikan bahwa DPRD menginginkan adanya pertanggungjawaban penuh dari pihak pelaksana, terlebih dengan adanya permintaan tambahan anggaran yang cukup signifikan.
Dirinya menegaskan bahwa anggaran publik harus digunakan secara optimal dan disertai dengan perencanaan yang akurat.
“Proyek ini menelan anggaran sangat besar. Kami tidak ingin setelah penambahan Rp39 miliar ini, masih muncul kejadian-kejadian teknis yang sebelumnya tidak diprediksi,” ihwalnya.
Sebagai tindak lanjut, DPRD telah meminta agar pihak kontraktor pelaksana dihadirkan kembali dalam rapat lanjutan pekan depan. Deni menegaskan bahwa forum tersebut akan difokuskan pada penjelasan teknis menyangkut kebutuhan tambahan anggaran, sistem keamanan, serta strategi penguatan struktur proyek ke depan.
“Transparansi dan akuntabilitas harus ditegakkan. Kami ingin memastikan proyek ini benar-benar aman, efektif, dan bermanfaat jangka panjang bagi masyarakat Samarinda,” tutup politikus dari Partai Gerindra tersebut. (Ikhsan/Adv)









