Siswa Gagal Masuk Negeri Terancam Putus Sekolah, DPRD Minta Pemkot Samarinda Subsidi SPP Swasta

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket. Foto : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Foto : Ist)

Ket. Foto : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Foto : Ist)

Infonusa.co, Samarinda – Masalah tahunan keterbatasan daya tampung sekolah negeri dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) kembali memicu keprihatinan legislatif.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, mendesak pemerintah kota (Pemkot) untuk segera menyiapkan skema bantuan pembiayaan bagi siswa kurang mampu yang terpaksa masuk ke sekolah swasta.

Menurutnya, keterbatasan daya tampung sekolah negeri masih menjadi persoalan utama, terutama bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. Banyak orang tua kesulitan membiayai sekolah swasta ketika anak mereka tidak diterima melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Sri Puji mengungkapkan, kelompok masyarakat berpenghasilan rendah menjadi korban utama dari jomplangnya kuota sekolah negeri. Tidak sedikit anak dari keluarga ekonomi bawah terpaksa putus sekolah karena orang tua mereka tak sanggup membayar biaya masuk sekolah swasta yang tinggi.

“Sebagian besar yang tidak tertampung di sekolah negeri berasal dari keluarga ekonomi bawah. Akibatnya ada anak yang akhirnya tidak melanjutkan sekolah,” ujarnya.

Sri Puji menjelaskan, usulan bantuan pembiayaan sebenarnya sudah pernah disampaikan DPRD sejak beberapa tahun lalu. Skema yang ditawarkan berupa subsidi dari pemerintah kota untuk membantu pembayaran biaya pendidikan siswa di sekolah swasta, termasuk SPP.

Dengan pola tersebut, siswa yang gagal diterima di sekolah negeri tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan tanpa membebani orang tua secara penuh.

Namun, hingga kini usulan tersebut dinilai belum berjalan optimal. Ia menilai kondisi anggaran daerah yang sedang mengalami efisiensi menjadi salah satu hambatan realisasi program tersebut.

Selain membahas penerimaan siswa baru, Sri Puji juga menyinggung kebijakan pendidikan dasar terkait larangan pembelajaran calistung di tingkat taman kanak-kanak. Menurutnya, aturan itu belum sejalan dengan materi pembelajaran di kelas 1 sekolah dasar.

Ia menilai banyak siswa mengalami kesulitan mengikuti pelajaran karena belum memiliki kemampuan dasar membaca dan menulis, sementara buku pembelajaran di SD sudah menggunakan materi berbentuk narasi.

Kondisi tersebut, kata dia, membuat sebagian orang tua akhirnya memilih memasukkan anak ke lembaga les tambahan agar mampu mengikuti pembelajaran di sekolah.

“Orang tua akhirnya tetap mengeluarkan biaya tambahan untuk les karena khawatir anaknya tertinggal saat masuk SD,” ungkapnya.

Di akhir, Ia berharap pemerintah pusat dapat mengevaluasi kembali kebijakan pendidikan dasar agar lebih sesuai dengan kondisi riil di lapangan, termasuk mempertimbangkan kesiapan siswa maupun kemampuan guru dalam proses belajar mengajar.

“Sinkronisasi kurikulum penting dilakukan supaya proses pendidikan berjalan lebih efektif dan tidak menambah beban bagi siswa maupun tenaga pendidik,” pungkasnya. (Sb/Adv)

Berita Terkait

Semarakkan HUT ke-81 RI, DPRD Samarinda Gelar Beragam Acara Tanpa APBD
Jangan Cuma Dirazia, Anhar Minta Penanganan Gepeng Diikuti Pembinaan dan Rehabilitasi
Data Penduduk Belum Valid, DPRD Samarinda Minta Disdukcapil Cepat Terapkan KTP Digital ​
Wacana Pengalihan Pengelolaan Guru ASN ke Pemerintah Pusat, DPRD Samarinda Beri Respon Cepat
DPRD Samarinda Gerak Cepat Dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkotika Untuk Generasi Muda
Dorong Perlindungan Pekerja, Sri Puji Astuti Soroti Pentingnya Surat Edaran Wali Kota
6.000 Anak di Samarinda Belum Bersekolah, Komisi IV DPRD Ungkap Dominasi Usia PAUD
Warga Ramai-Ramai Beralih ke Pertalite Membuat SPBU Mengular, Novan Syahronie Desak Pertamina Cari Solusi
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:26 WIB

Semarakkan HUT ke-81 RI, DPRD Samarinda Gelar Beragam Acara Tanpa APBD

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Jangan Cuma Dirazia, Anhar Minta Penanganan Gepeng Diikuti Pembinaan dan Rehabilitasi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:56 WIB

Data Penduduk Belum Valid, DPRD Samarinda Minta Disdukcapil Cepat Terapkan KTP Digital ​

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:51 WIB

Wacana Pengalihan Pengelolaan Guru ASN ke Pemerintah Pusat, DPRD Samarinda Beri Respon Cepat

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:49 WIB

DPRD Samarinda Gerak Cepat Dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkotika Untuk Generasi Muda

Berita Terbaru