DPRD Samarinda Soroti Pendekatan Proyek dalam Penataan Kawasan Kumuh: “Warga Harus Jadi Mitra, Bukan Penonton”

- Jurnalis

Rabu, 23 Juli 2025 - 17:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar

Infonusa.co, Samarinda – Rencana revitalisasi kawasan kumuh di Kota Tepian kembali menjadi perbincangan di ruang sidang legislatif. Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyuarakan pentingnya perubahan paradigma dalam menata lingkungan permukiman.

Menurutnya, perbaikan kawasan padat penduduk tidak cukup hanya diselesaikan dengan pendekatan teknis dan anggaran proyek.

“Pembangunan yang berkelanjutan bukan dimulai dari alat berat, melainkan dari keterlibatan aktif masyarakat yang tinggal di dalamnya,” ungkap Deni saat ditemui usai agenda pembahasan program penataan kawasan kumuh.

Ia menilai bahwa selama ini, banyak program penataan yang gagal menyentuh akar persoalan karena terlalu menitikberatkan pada pembangunan fisik semata. Padahal, aspek sosial, kultural, dan psikologis warga setempat sering kali luput dari perencanaan teknokratik.

“Ketika masyarakat hanya dijadikan objek, hasilnya seringkali tidak berumur panjang. Yang dibutuhkan adalah model partisipatif yang memberi ruang bagi warga untuk turut menyusun rencana, menilai, bahkan mengawasi pelaksanaannya,” tambahnya.

Deni menyebutkan bahwa salah satu tantangan utama dalam proyek penataan permukiman justru berasal dari lemahnya komunikasi antara pemerintah dan warga. Isu seperti ketidakjelasan status lahan, kekhawatiran terhadap relokasi, serta trauma dari proyek sebelumnya yang tidak transparan, menjadi ganjalan besar dalam implementasi program.

“Sering kali warga tidak menolak pembangunan. Mereka hanya butuh kejelasan, jaminan hak, dan keterlibatan. Kalau ini diabaikan, hasilnya bisa kontraproduktif,” tegas Deni.

Pemkot Samarinda sendiri menargetkan penataan sekitar 7 hektare kawasan kumuh pada tahun ini. Namun, Deni mengingatkan bahwa keberhasilan program tersebut bukan ditentukan oleh besarnya anggaran, melainkan pada bagaimana program itu diterima dan dijalankan bersama warga.

Ia mendorong agar proses musyawarah dimulai dari tingkat paling dasar—RT, RW, hingga forum kampung—dan melibatkan tokoh lokal maupun kelompok pemuda agar program benar-benar mengakar. Pembentukan kelompok kerja lokal disebutnya sebagai kunci agar masyarakat merasa memiliki, bukan justru menjadi korban dari pembangunan.

Selain itu, Deni menyoroti keterbatasan wewenang pemerintah kota dalam menangani kawasan yang berada di luar zonasi yang ditetapkan. Hal ini, menurutnya, harus dijawab dengan memperkuat kolaborasi lintas instansi dan menggandeng organisasi masyarakat sipil yang memahami dinamika sosial di lapangan.

“Menata kota bukan hanya soal menggusur dan membangun ulang. Ini tentang memulihkan kepercayaan, menjaga martabat warga, dan menciptakan lingkungan yang benar-benar layak huni,” tuturnya.

Deni menutup dengan harapan agar penataan kawasan kumuh tidak dilihat semata sebagai proyek fisik, melainkan sebagai jalan menuju kota yang lebih manusiawi, inklusif, dan adil bagi semua warganya. (Ikhsan/Adv)

Berita Terkait

6.000 Anak di Samarinda Belum Bersekolah, Komisi IV DPRD Ungkap Dominasi Usia PAUD
Warga Ramai-Ramai Beralih ke Pertalite Membuat SPBU Mengular, Novan Syahronie Desak Pertamina Cari Solusi
Banyak Kios Mangkrak, Ketua DPRD Desak Pemkot Samarinda Tertibkan Pemilik Lapak di Pasar Pagi ​
Atasi Kekerasan Seksual, Sri Puji Astuti Setuju Hukuman Kebiri untuk Pelaku Kejahatan Berat
Utang Pemkot Samarinda Mencapai Rp671 Miliar, DPRD Minta Kejelasan Pelunasan
DPRD Samarinda Dorong Penguatan Implementasi Perda P4GN dan Integrasi Edukasi Narkoba di Sekolah
Dukung Program Pesantren Ramah Anak, DPRD Samarinda Minta Kemenag Buat Aturan Jelas
Fasilitas Sport Hub Segiri Belum Buka karena Ada Proyek Tambahan, DPRD Minta PUPR Cepat Selesaikan
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:13 WIB

6.000 Anak di Samarinda Belum Bersekolah, Komisi IV DPRD Ungkap Dominasi Usia PAUD

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Warga Ramai-Ramai Beralih ke Pertalite Membuat SPBU Mengular, Novan Syahronie Desak Pertamina Cari Solusi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:08 WIB

Banyak Kios Mangkrak, Ketua DPRD Desak Pemkot Samarinda Tertibkan Pemilik Lapak di Pasar Pagi ​

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:40 WIB

Atasi Kekerasan Seksual, Sri Puji Astuti Setuju Hukuman Kebiri untuk Pelaku Kejahatan Berat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:36 WIB

Utang Pemkot Samarinda Mencapai Rp671 Miliar, DPRD Minta Kejelasan Pelunasan

Berita Terbaru