Sebut Adanya Ketimpangan Dana Pendidikan, Wilayah Pinggiran Dinilai Anhar Kurang Jadi Prioritas

- Jurnalis

Jumat, 25 Juli 2025 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar.

Infonusa.co, Samarinda – Ketimpangan pembangunan sektor pendidikan antara wilayah pusat dan pinggiran Kota Samarinda kembali menjadi sorotan.

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Anhar, mengkritik keras distribusi anggaran pendidikan dalam APBD 2025 yang dinilainya belum mencerminkan prinsip keadilan dan pemerataan.

Dari total alokasi anggaran pendidikan sebesar Rp317 miliar, wilayah Palaran hanya menerima sekitar Rp10 miliar. Dana tersebut hanya cukup untuk pembangunan satu sekolah dasar dan satu sekolah menengah pertama, jauh tertinggal dibandingkan proyek di kawasan pusat kota seperti pembangunan SMP 16 yang menelan dana puluhan miliar rupiah.

“Ini bukan soal perbedaan kecil. Ini ketimpangan yang nyata. Kebutuhan pendidikan di wilayah seperti Palaran jauh lebih mendesak,” ujar Anhar.

Ia membeberkan kondisi beberapa sekolah di kawasan pinggiran yang menurutnya sangat memprihatinkan. Salah satunya SMP 50, yang masih kekurangan ruang kelas, memiliki fasilitas belajar terbatas, bahkan kondisi bangunannya mendekati tidak layak. Menurut Anhar, ketimpangan seperti ini tidak hanya berdampak pada kualitas pembelajaran, tetapi juga menciptakan tekanan dalam sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB).

“Ketika fasilitas sekolah tidak merata, orang tua pasti berebut memasukkan anaknya ke sekolah yang dianggap unggul. Bahkan, tidak sedikit yang akhirnya menempuh jalur tak resmi karena merasa tidak punya pilihan lain,” jelasnya.

Anhar menilai, polemik tahunan dalam PPDB tidak bisa diselesaikan hanya lewat revisi teknis sistem pendaftaran. Akar persoalannya, kata dia, adalah ketidaksetaraan infrastruktur dan mutu antar sekolah.

“Kalau kualitas semua sekolah merata, tentu masyarakat akan memilih sekolah yang dekat dengan tempat tinggal. Tapi yang terjadi sekarang, hanya sekolah tertentu yang dianggap layak,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus segera mengevaluasi kembali skema alokasi anggaran pendidikan agar tidak terus mengabaikan wilayah pinggiran yang justru membutuhkan perhatian lebih.

“Pendidikan adalah hak semua warga, tak peduli tinggal di pusat kota atau di wilayah terluar. Pemerataan bukan hanya janji, tapi kewajiban,” tegasnya.

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Sekda Kukar, Sunggono.

Pemkab Kukar

Kukar Matangkan Lokasi Lomba dan Kontingen Jelang MTQ Kaltim

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:27 WIB