Infonusa.co, Tenggarong – DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) mengesahkan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Kukar tahun 2026 dalam Rapat Paripurna ke-4 yang digelar di Ruang Sidang Utama, Senin (25/8) malam.
Dalam kesepakatan itu, APBD Kukar 2026 diproyeksikan sebesar Rp 7,5 triliun, turun drastis dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp 12 triliun.
Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani menyatakan penurunan anggaran ini merupakan bagian dari proses optimalisasi dan efisiensi, sekaligus menyesuaikan kondisi keuangan daerah serta kebijakan pusat.
Meski begitu, angka Rp 7,5 triliun ini masih bersifat proyeksi dan akan menjadi acuan awal dalam pembahasan Rancangan APBD 2026.
“Kesepakatan ini sudah kita lakukan bersama Pemkab Kukar, yang diwakili Bupati Aulia Rahman Basri. Angka Rp 7,5 triliun ini belum final, namun menjadi acuan dalam pembahasan lebih lanjut. Kalau ada penyesuaian nanti akan kita pastikan bersama,” jelas Yani.
Ia menegaskan, meskipun APBD mengalami penurunan, arah pembangunan tetap akan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD).
Kata dia, fokus utama pemerintah dan DPRD adalah pada penguatan infrastruktur, pemerataan pembangunan antar-kecamatan, serta upaya pengentasan kemiskinan.
“Kita tidak ingin ada kecamatan yang mendapat porsi lebih besar sementara kecamatan lain tidak kebagian. Pembagian harus berasas adil dan merata. Itu yang penting. Semua wilayah mendapatkan manfaat, baik di tingkat desa, kecamatan, maupun kabupaten,” tegasnya.
Lebih lanjut, politisi PDIP tersebut menekankan pentingnya strategi DPRD bersama pemerintah daerah dalam melakukan efisiensi dan rasionalisasi anggaran. Menurutnya, setiap program yang dijalankan harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Berapapun nominalnya, yang terutama adalah asas keadilan dan pemerataan. Pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas, tetapi jangan lupakan program-program penting lainnya, termasuk upaya mengurangi angka kemiskinan di Kukar. Itu catatan penting dari DPRD kepada pemerintah,” imbuhnya. (Adv)









