Infonusa.co, Samarinda – Gelagat terkait Implementasi Kawasan Ekonomi Khusus (IKN) menjadi pemicu perdebatan sengit dalam ranah politik. Nursobah, calon Anggota DPRD Kaltim, menyoroti pentingnya IKN sebagai pemantik berita dan pengungkit ekonomi.
Nursobah menekankan kesuksesan Gubernur Kaltim yang secara sadar mampu menggerakkan ekonomi bukan hanya di Kaltim tetapi juga meluas ke Kalimantan, bahkan hingga Indonesia Timur.
Ia menunjukkan bahwa realisasi IKN sejak 2022-2023, meskipun baru mencapai 35 Trilyun, telah memberikan dampak positif signifikan terutama di Indonesia Tengah dan Timur.
Dalam perspektif ekonomi, Nursobah menilai bahwa pemindahan alokasi anggaran bukan hanya untuk Jawa dan Jakarta, tetapi merupakan langkah wajar dan strategis demi menciptakan keadilan dan pemerataan ekonomi di Kalimantan dan kawasan Timur.
Ia menekankan bahwa Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah di Kaltim dan wilayah sekitarnya, seperti KPC, PKT, LNG, Chevron, Nikel, Freeport, berkontribusi besar terhadap ekonomi nasional.
Nursobah mendesak untuk tidak mengambil sikap apriori terhadap Kaltim dan kawasan Timur, mengingat kontribusi ekonomi yang substansial dari wilayah tersebut. Ia menegaskan bahwa pemindahan Capitol Indonesia 57 tahun lalu bukanlah upaya ujuk ujuk baru, melainkan langkah strategis untuk memajukan wilayah dan mencapai keadilan ekonomi yang seimbang.
Sebagai calon Anggota DPRD Kaltim, Nursobah menyatakan kesiapannya untuk memperjuangkan hak terkait IKN dan kemajuan ekonomi Kaltim serta kawasan Timur Indonesia secara keseluruhan.









