Pemkab Kukar Pastikan Zero Desa Tertinggal 

- Jurnalis

Jumat, 13 Oktober 2023 - 13:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO :KEPALA DPMD ARIANTO (ISTIMEWA)

FOTO :KEPALA DPMD ARIANTO (ISTIMEWA)

Infonusa.co, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara telah mengalami peningkatan signifikan dalam status indeks desa membangun dalam tiga tahun terakhir.

Data terbaru menunjukkan bahwa dari total 193 desa di kabupaten ini, tidak ada lagi desa yang berkategori Sangat Tertinggal.

Capaian ini adalah hasil dari berbagai upaya intervensi yang terus digalakkan oleh Pemkab Kukar dalam meningkatkan indeks desa membangun, termasuk dalam aspek ekonomi, sosial, pendidikan, dan kesehatan.

Pada 2021, terdapat tujuh desa yang masuk dalam kategori Sangat Tertinggal, sementara 98 desa berstatus Berkembang, 64 desa berstatus Maju, dan 24 desa berstatus Mandiri.

Namun, menurut data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, situasi telah berubah pada 2023.

Desa-desa yang berkategori Berkembang telah berkurang menjadi 48, sedangkan jumlah desa yang berstatus Maju telah meningkat menjadi 69, dan desa yang berstatus Mandiri meningkat menjadi 76.

“Sebelumnya ada tujuh desa yang tertinggal, dan pada 2022 sudah tidak ada lagi desa tertinggal di Kukar,” tutur Kepala DPMD Kukar, Arianto, Jumat (13/10/2023).

Arianto menjelaskan bahwa peningkatan indeks desa membangun adalah salah satu Program Dedikasi Kukar Idaman, yang dikenal sebagai Kukar Bebaya.

Hal ini juga merupakan Indikator Kinerja Utama (IKU) DPMD dalam mengatasi status Sangat Tertinggal. Langkah selanjutnya adalah memastikan desa-desa yang berkembang menjadi Maju dan Mandiri.

Untuk meningkatkan indeks desa membangun, DPMD Kukar akan bekerja sama dengan Bankaltimtara untuk menyediakan fasilitas sarana dan prasarana perbankan di setiap desa.

Sejumlah insentif juga akan disalurkan kepada desa-desa melalui sistem keuangan non-tunai atau transfer.

Selain itu, DPMD Kukar juga akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kukar untuk menyediakan fasilitas Posyandu dan Puskemas pembantu (Pusban) di setiap desa.

Upaya ini juga mencakup peningkatan jumlah tenaga profesional bidan dan tenaga kesehatan (Nakes).

“Jadi, desa berkembang, maju, dan mandiri, memang menjadi perhatian Bupati dan Wakil Bupati Kukar. Mereka merekomendasikan hasil survei IDM sebagai panduan, dengan kelanjutan dalam pengawasan ekonomi, sosial, pendidikan, dan kesehatan,” tandasnya. (Adv/diskominfokukar)

Berita Terkait

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Banjir Terjadi di Banyak Wilayah, DPRD Kaltim Nilai Penanganan Harus Berskala Nasional
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:03 WIB

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:27 WIB

Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh

Berita Terbaru