Banjir Terjadi di Banyak Wilayah, DPRD Kaltim Nilai Penanganan Harus Berskala Nasional

- Jurnalis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan

Infonusa.co, Samarinda – Banjir yang terus berulang di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kalimantan Timur, dinilai telah berkembang menjadi persoalan lintas wilayah yang tidak bisa lagi ditangani secara lokal. Fenomena ini disebut memerlukan pendekatan nasional yang lebih terencana dan terintegrasi.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menyampaikan bahwa kejadian banjir dengan pola serupa kerap terjadi di sejumlah daerah seperti Berau, Kutai Kartanegara, hingga Kota Samarinda. Dampaknya pun hampir sama, mulai dari genangan luas, permukiman warga terendam, hingga terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi.

Menurutnya, kesamaan karakter banjir di banyak daerah menjadi indikasi bahwa persoalan ini bukan lagi masalah daerah semata. Karena itu, upaya penanganannya tidak bisa bersifat sektoral atau reaktif.

“Ketika hampir setiap wilayah mengalami masalah yang sama, artinya pendekatan parsial sudah tidak cukup. Dibutuhkan kebijakan yang lebih menyeluruh,” ujarnya.

Agusriansyah menilai pemerintah perlu memperkuat langkah-langkah struktural sebagai bagian dari mitigasi jangka panjang. Normalisasi dan pelebaran sungai, penataan kawasan bantaran, serta perbaikan sistem drainase disebut sebagai kebutuhan mendesak yang harus direncanakan secara terpadu.

Selain itu, pembangunan kanal pengendali air dan waduk penampung juga dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas tampungan air, terutama saat curah hujan tinggi.

Ia menambahkan, persoalan pengelolaan sampah turut berkontribusi memperparah banjir apabila tidak ditangani dengan serius. Aliran air yang tersumbat menjadi salah satu faktor yang mempercepat terjadinya genangan.

Menurutnya, tanpa perencanaan berbasis data cuaca dan mitigasi sejak dini, banjir berpotensi terus menjadi masalah tahunan yang berulang.

“Pencegahan harus dilakukan dari hulu. Analisis cuaca, tata ruang, dan pengelolaan lingkungan harus berjalan seiring agar dampak banjir bisa ditekan,” pungkasnya.

(Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani

Berita Terbaru

Foto: Kepala Bidang Aset BPKAD Kukar, Bagus Eko Sampurno.

Pemkab Kukar

Sebanyak 101 Kendaraan Rusak Berat di Kukar Masuk Proses Lelang

Kamis, 15 Okt 2026 - 17:21 WIB