Ketua Komisi I DPRD PPU Siap Kawal Aspirasi 1.798 Honorer: “Prioritas Kami adalah Kepastian Status dan Masa Depan Mereka”

- Jurnalis

Senin, 4 Agustus 2025 - 07:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU), Ishaq Rahman,

Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU), Ishaq Rahman,

Infonusa.co, PPU Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU), Ishaq Rahman, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi ribuan tenaga honorer yang disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada 15 Juli 2025 lalu. Dalam forum itu, perwakilan dari 1.798 tenaga honorer menyatakan sepakat tidak menerima Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) apabila diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu.

Menurut Ishaq, keputusan itu menunjukkan sikap realistis dan ketulusan para honorer yang lebih mengutamakan kepastian status dan jaminan masa depan ketimbang tunjangan sementara.

“Kita sangat mendukung dan memperjuangkan aspirasi mereka. Bahkan melalui pandangan fraksi, kita telah meminta pemerintah untuk mengalokasikan anggaran agar para honorer bisa diangkat atau diselesaikan permasalahannya,” ujar Ishaq, Senin (4/8/2025).

Meski begitu, ia menegaskan bahwa pengangkatan honorer menjadi PPPK penuh waktu tanpa TPP belum dapat diusulkan karena secara regulasi, pemerintah daerah harus menuntaskan penetapan status PPPK paruh waktu terlebih dahulu.

“Status teman-teman honorer saat ini belum PPPK paruh waktu. Harus paruh waktu dulu, baru bisa pemerintah daerah mengusulkan pengangkatan PPPK penuh waktu tanpa TPP ke KemenPAN-RB,” jelasnya.

Ishaq optimistis seluruh tenaga honorer di PPU akan diangkat menjadi PPPK penuh waktu secara bertahap dalam periode 2025–2030. Ia menilai kemampuan keuangan daerah akan semakin membaik dalam lima tahun mendatang, membuka ruang fiskal untuk mengakomodir kebutuhan formasi ASN daerah.

“Saya pikir memungkinkan, karena kondisi ke depan pasti akan lebih baik. Semua ini tergantung pada kemampuan keuangan daerah dan kebutuhan formasi,” terangnya.

Sebagai tindak lanjut dari RDP tersebut, DPRD PPU bersama pemerintah daerah berencana melakukan kunjungan kerja ke Kementerian PAN-RB dan Kementerian Keuangan. Langkah ini dimaksudkan untuk menyampaikan aspirasi para honorer sekaligus memaparkan kondisi keuangan daerah, agar pemerintah pusat memahami situasi dan memberikan kebijakan afirmatif bagi penyelesaian status tenaga honorer di PPU.(aw/adv/dprd/ppu)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Sekda Kukar, Sunggono.

Pemkab Kukar

Kukar Matangkan Lokasi Lomba dan Kontingen Jelang MTQ Kaltim

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:27 WIB