Infonusa.co, Samarinda – Forum Milenial Nusantara cabang Samarinda berkolaborasi dengan BEM POLITANI Samarinda mengadakan Forum Diskusi di Ruang Kuliah Umum, Jalan Samratulangi, Sungai Keledang, Kota Samarinda, Kamis (14/12/2023).
Diskusi ini menghadirkan tiga narasumber yakni Wakil Direktur 1/Akademisi Politani Bapak Dr. Heriad Daud S, Hut., MP, Budayawan Kaltim , Dr. Rahmad Azazi dan Founder Forum Milenial Nusantara, Husain Firdaus.

Forum Diskusi ini dibuat dalam rangka memberikan perkembangan pembangunan IKN Nusantara dan menangkap isu isu yang berkembang. Sehingga dengan itu diskusi ini mengangkat tema bertajuk “IKN: Hutan atau Perintis Pemerataan?”.
Dalam diskusi itu, Heriad Daud kehadiran IKN di Kaltim pasti selalu didukung penuh oleh seluruh masyarakat lokal karena hal tersebut dinilai berdampak untuk daerah sendiri.
“Kita patut bersyukur dengan kehadiran IKN, dan IKN ini sudah memilik badan hukum tidak mungkin untuk tidak di lanjutkan dalam hal ini ada beberapa setetmen dari beberapa kandidat itu hanya mencari suara saja karena ini musim politik,” ucap Daud, sapaannya.
Sementara itu, Rahmad Azazi menilai IKN bukan bahan untuk ajang politik tahunan terlebih lagi dalam pemilihan presiden Indonesia mendatang.
“Dalam ajang politik seharusnya mencarikan yang terbaik untuk pembangunan IKN,” singkat Budayawan Kaltim ini.
Di tempat yang sama, Founder Forum Milenial Nusantara, Husain Firdaus berharap musim politik IKN ini tidak dipolitisasi karena masyarakat harus taat pada aturan yang berlaku sesuai UU Nomor 3 tahun 2022 tentang IKN. Terlebih lagi pemuda di Kaltim optimis dengan adanya pemindahan IKN.
“Sampai hari ini mengenai persoalan pembangunan IKN kembali rame setelah ada ucapan dari salah satu kandidat cawapres yang kurang sependapat IKN di pindahkan sehingga menuai diskusi pada hari ini,” pungkasnya.









