Baru 3.005 Siswa Terlayani, Program MBG di Samarinda Belum Maksimal

- Jurnalis

Jumat, 2 Mei 2025 - 15:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBG Prabowo - Gibran Telah Menyentuh 3 ribu Siswa di Samarinda

MBG Prabowo - Gibran Telah Menyentuh 3 ribu Siswa di Samarinda

Infonusa.co, Samarinda – Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program unggulan dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, belum dirasakan oleh seluruh sekolah di Kota Samarinda.

Diketahui program tersebut telah berjalan selama lebih dari 3 bulan, namun realisasi program tersebut ternyata baru berjalan di satu kecamatan, yaitu Samarinda Utara.

Hal tersebut disampaikan oleh perwakilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Samarinda Utara, Muhammad Sirajul pada, Jumat (02/05/2025). Menurutnya, saat ini baru terdapat satu titik dapur yang aktif menyalurkan makanan bergizi ke sepuluh sekolah di kawasan tersebut.

“Sekarang baru satu titik, di mana satu dapur mendistribusikan ke sepuluh sekolah,” ucap Sirajul.

Sebanyak 3.005 peserta didik telah tercatat sebagai penerima manfaat program MBG di Samarinda Utara. Mereka tersebar di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah kejuruan.

Rinciannya meliputi TK Bunayya sebanyak 55 siswa, TK Salsabila 52 siswa, SDN 004 sebanyak 510 siswa, SMP Islam Al Hafizh 121 siswa, MTs Al-Ghazali 10 siswa, SMKN 16 sebanyak 384 siswa, PPTQ Daarul Falaah 248 siswa, SDN 003 sebanyak 885 siswa, SMPN 29 sebanyak 668 siswa, dan MTs Darussalam dengan 72 siswa.

Namun, pelaksanaan program ini di lapangan masih menemui sejumlah kendala. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah pengaturan waktu distribusi makanan, terutama pada hari Jumat yang memiliki keterbatasan waktu karena harus selesai sebelum ibadah salat Jumat dimulai.

“Distribusi di hari Jumat memang menjadi kendala. Karena sebelum salat Jumta, sudah harus didistribusikan,” ungkapnya.

Selain itu, pasokan bahan baku juga menjadi persoalan tersendiri. Ketersediaan beberapa komoditas penting, seperti buah-buahan, belum bisa dipastikan secara konsisten.

“Bahan baku juga jadi kendala. Ada beberapa komoditas yang tidak bisa kami dapatkan secara kontinu. Contohnya buah pisang, kadang hari ini ada, tapi besok belum tentu tersedia,” kuncinya

Berita Terkait

Buka Puasa Bersama dan Bagikan Puluhan Paket Sembako Warga Buton, Wawali: Suasana Kekeluargaan Sangat Terasa
KNPI Kecamatan Anggana Kembali Hadirkan Street Run 2026, Jaga Silaturahmi dan Semangat Pemuda
DPD GAMKI Kaltim Bangun Komunikasi dengan Kodam VI/Mulawarman, Dorong Peran Pemuda Jaga Persatuan dan Stabilitas Daerah
Madrasah Darussalam IBS Samarinda Semarakkan Tarhib Ramadhan dengan Pawai Obor dan MABIT, Perkuat Spiritualitas Santri
Pascasarjana Unmul Satukan Akademisi dan Praktisi Bahas Solusi Sampah Kaltim–IKN
Ketua ISPIKANI Kaltim sebut Reuni Akbar FPIK Unmul Jadi Momentum Solidaritas Alumni
Intervensi Berlebihan Pejabat Struktural Kampus UINSI, Kebiri dan Pembatasan Kebebasan serta Kehidupan Demokrasi Mahasiswa Fakultas Syari’ah
Sekum DPK KNPI Loa Janan Soroti Sunmori, Disebut Jadi Ancaman Rutin Keselamatan Publik
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:47 WIB

Buka Puasa Bersama dan Bagikan Puluhan Paket Sembako Warga Buton, Wawali: Suasana Kekeluargaan Sangat Terasa

Minggu, 8 Maret 2026 - 23:41 WIB

KNPI Kecamatan Anggana Kembali Hadirkan Street Run 2026, Jaga Silaturahmi dan Semangat Pemuda

Kamis, 19 Februari 2026 - 14:14 WIB

DPD GAMKI Kaltim Bangun Komunikasi dengan Kodam VI/Mulawarman, Dorong Peran Pemuda Jaga Persatuan dan Stabilitas Daerah

Rabu, 11 Februari 2026 - 16:46 WIB

Pascasarjana Unmul Satukan Akademisi dan Praktisi Bahas Solusi Sampah Kaltim–IKN

Minggu, 8 Februari 2026 - 09:57 WIB

Ketua ISPIKANI Kaltim sebut Reuni Akbar FPIK Unmul Jadi Momentum Solidaritas Alumni

Berita Terbaru