Direksi RSHD Tak Hadiri Forum RDP, Darlis Pattalongi Ungkap Kekecewaannya

- Jurnalis

Kamis, 1 Mei 2025 - 12:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi

Infonusa.co, Samarinda – Ketidakhadiran unsur direksi Rumah Sakit Haji Darjad dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar belum lama ini menuai kekecewaan dari Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Darlis Pattalongi.

Dalam forum yang seharusnya menjadi tempat klarifikasi atas berbagai pengaduan karyawan terkait persoalan ketenagakerjaan, absennya pihak manajemen dianggap sebagai bentuk ketidakseriusan dalam menyelesaikan masalah yang ada.

Darlis sapaan akrabnya, menyayangkan sikap tersebut dan menegaskan pentingnya kehadiran semua pihak terkait untuk mencari solusi bersama demi kepentingan tenaga kerja di rumah sakit tersebut.

“Terus terang kemarin kami sangat menyayangkan ketidakhadiran unsur direksi Rumah Sakit Haji Darjad. Padahal jeda antara pengaduan masuk ke DPRD Provinsi dengan RDP yang kami lakukan itu sekitar 14 hari. Waktu 14 hari itu sudah cukup bagi mereka untuk mempersiapkan diri,” tegas Darlis

Menurut Darlis, alasan ketidakhadiran manajemen rumah sakit, baik karena urusan ke Jakarta maupun kesibukan lain, tidak bisa diterima. Terlebih pihak rumah sakit hanya mengutus seorang legal officer dalam forum tersebut.

“Makanya kami kemarin mengusir legal officer-nya. Saya sampaikan, ini bukan lembaga pengadilan. Di sini kami tidak perlu legal officer. Yang kami butuhkan adalah bagaimana menyelesaikan keluhan karyawan secara nyata,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa forum RDP di DPRD merupakan wadah politik yang mengutamakan diskusi dan penyelesaian langsung, bukan ajang pembelaan hukum.

Darlis pun mengingatkan manajemen RS Haji Darjad untuk tidak mengabaikan persoalan yang berpotensi merusak reputasi rumah sakit yang selama ini dikenal baik. “Ini rumah sakit yang membawa nama enam besar tokoh di Kalimantan Timur. Jangan sampai persoalan sekitar 38 karyawan itu merusak nama besar yang ada di belakang Anda,” ujarnya.

Lebih lanjut, Darlis mengakui kontribusi RS Haji Darjad dalam mendukung layanan kesehatan di Kaltim, namun ia menegaskan hal itu tidak bisa menjadi alasan untuk menutup mata terhadap persoalan yang dihadapi para karyawan.

Komisi IV DPRD Kaltim berharap manajemen rumah sakit bisa hadir dalam pertemuan selanjutnya agar persoalan dapat diselesaikan secara terbuka dan tuntas. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru