Area Gang Rombong Disterilkan, Angkasa Jaya Harap Bantuan Pemkot Untuk Warga Disesuaikan

- Jurnalis

Kamis, 2 November 2023 - 17:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gang Rombong setelah dilakukan pembongkaran (istimewa)

Gang Rombong setelah dilakukan pembongkaran (istimewa)

Infonusa.co, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda telah menegaskan bahwa pemukiman warga di Gang Rombong, Jalan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota, merupakan salah satu aset pemerintah atau fasilitas umum (fasum).

Demi memulihkan fungsi fasum, Pemkot Samarinda meminta agar warga yang tinggal di lokasi tersebut meninggalkan bangunan mereka. Namun, salah satu warga Gang Rombong, Aco, menyatakan kebingungannya terkait pencarian tempat tinggal baru.

Meski menerima bantuan kerahiman dari Kecamatan Samarinda Kota, dengan nilai senilai Rp 1,5 juta bagi penyewa dan Rp 3 juta bagi pemilik bangunan, Aco mengakui bahwa dana tersebut tidak mencukupi untuk mencari tempat tinggal alternatif. Hal ini muncul setelah Pemkot Samarinda menegaskan permintaan untuk meninggalkan fasum, menimbulkan ketidakpastian di kalangan warga Gang Rombong.

“Harapan saya diusahakan tempat tinggal, seperti saya ini, masih nunggu barang-barang di luar, tidak ada tempat tinggal. Gelandangan saja sudah sekarang,” ungkap Aco.

Aco sendiri mengakui bahwa sebelumnya, ada pihak koperasi yang membangunkan kawasan tersebut untuk dijadikan tempat bermukim. Yang mana dulunya, ia mencicil bangunannya tersebut seharga Rp 750 ribu per petak.

“Karena ada rencana pemerintah mau membangun, makanya kami tebus semampu kami,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani mengaku pihaknya setuju atas apa yang telah dilakukan Pemkot Samarinda.

“Eksekusi ranahya ada di pemerintah, kalau memang itu diajukan anggaran untuk menambah pasti kita dukung, karena anggaran, karena ada perhitungannya kan,” ujarnya pada Kamis, (2/11/2023).

Namun demikian, ia berharap pemerintah dapat memberikan dana bantuan yang sesuai dengan kebutuhan warga. “Saya harap anggarannya bisa disesuaikan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Deni Desak Evaluasi Sistem Drainase dan Kolam Retensi di Perumahan Bukit Mediterania
Sebut Adanya Ketimpangan Dana Pendidikan, Wilayah Pinggiran Dinilai Anhar Kurang Jadi Prioritas
Novan Desak Regulasi Perlindungan Guru, Soroti Kekerasan di Lingkungan Sekolah
Novan Sebut Minimnya Ambulans Puskesmas, Minta Pemkot Susun Sistem Layanan Darurat yang Terpadu
DPRD Samarinda Soroti Pendekatan Proyek dalam Penataan Kawasan Kumuh: “Warga Harus Jadi Mitra, Bukan Penonton”
Sekolah Rakyat Hadir di Samarinda, DPRD Apresiasi Langkah Progresif untuk Pendidikan Inklusif
DPRD Samarinda Ingatkan Pengembangan Sekolah Unggulan di Loa Bakung Tidak Timblkan Batas Sosial
DPRD Samarinda Soroti Tambahan Anggaran Terowongan Selili, Temukan Longsor Tak Terdeteksi Studi Awal
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 Juli 2025 - 17:07 WIB

Deni Desak Evaluasi Sistem Drainase dan Kolam Retensi di Perumahan Bukit Mediterania

Jumat, 25 Juli 2025 - 17:04 WIB

Sebut Adanya Ketimpangan Dana Pendidikan, Wilayah Pinggiran Dinilai Anhar Kurang Jadi Prioritas

Kamis, 24 Juli 2025 - 18:56 WIB

Novan Desak Regulasi Perlindungan Guru, Soroti Kekerasan di Lingkungan Sekolah

Kamis, 24 Juli 2025 - 16:59 WIB

Novan Sebut Minimnya Ambulans Puskesmas, Minta Pemkot Susun Sistem Layanan Darurat yang Terpadu

Rabu, 23 Juli 2025 - 17:53 WIB

DPRD Samarinda Soroti Pendekatan Proyek dalam Penataan Kawasan Kumuh: “Warga Harus Jadi Mitra, Bukan Penonton”

Berita Terbaru