Anggaran Sektor Wisata Cuma Rp400 Juta, Joha Fajal Desak Pemkot Eksekusi Pemecahan Disporapar Samarinda

- Jurnalis

Senin, 6 Juli 2026 - 22:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket. Foto : Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Joha Fajal. (Foto : Ist)

Ket. Foto : Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Joha Fajal. (Foto : Ist)

Infonusa.co, Samarinda – Minimnya plot alokasi anggaran yang dikucurkan untuk sektor kepariwisataan di Kota Samarinda memantik sorotan tajam dari kalangan legislatif.

​Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal, mengkritik keras nominal anggaran pariwisata pada tahun berjalan 2026 ini yang dinilai sangat jomplang dan tidak rasional, terutama jika dikomparasikan dengan status strategis Kota Samarinda sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur.

​“Jika mengacu pada data, alokasi anggaran untuk sektor pariwisata kita bahkan belum menyentuh angka Rp400 juta. Dengan dukungan finansial yang sangat seret seperti itu, tentu mustahil kita bisa memacu dan melejitkan potensi wisata daerah secara maksimal,” ujar Joha.

​Menurut kacamata Joha, sektor pariwisata sepatutnya diletakkan sebagai salah satu pilar utama penggerak roda ekonomi dan lumbung pendapatan daerah. Konsekuensinya, dibutuhkan struktur organisasi perangkat daerah yang mandiri agar mampu melahirkan terobosan inovatif sekaligus mendongkrak arus kunjungan pelancong ke Kota Tepian.

​Ia menilai, meleburnya urusan kepemudaan, olahraga, serta kepariwisataan dalam satu wadah kedinasan membuat fokus perhatian terhadap pengembangan destinasi wisata menjadi terbagi dan tidak optimal.

Oleh sebab itu, DPRD merekomendasikan pembentukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru yang khusus menakhodai bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

​“Kami dari legislatif mengusulkan penataan ulang kelembagaan dengan memisahkan urusan pariwisata. Melalui kehadiran dinas yang berdiri sendiri dan independen, eksekusi program kerja dipastikan jauh lebih fokus, sehingga peluang menangkap pasar wisatawan serta mempertebal pundi-pundi kas daerah akan terbuka lebar,” pungkasnya. (San/Adv)

Berita Terkait

Penataan Pasar Pagi dan Pasar Subuh Harus Berkeadilan, DPRD Samarinda Minta Pemkot Hormati Hak Pedagang
Novan Minta Orang Tua Perketat Pendampingan Digital Penggunaan Gadget di Kalanagan Anak yang Kian Menjamur
Atur Pedagang Kaki Lima hingga Parkir Liar, DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Pasar Rakyat
Evaluasi DP2KB, DPRD Samarinda Tekankan Penanganan Stunting Tak Cukup Hanya Serap Anggaran
Relokasi Pelabuhan Penumpang ke Palaran, Jasno Yakin Mampu Memicu Pusat Ekonomi Baru di Samarinda
Fisik Rampung Tinggal Tunggu Izin Operasional, DPRD Optimis Terowongan Pertama Samarinda Siap Digunakan
Sedot Anggaran Rp468,5 Miliar dan Kios Sepi, DPRD Samarinda Soroti Revitalisasi Pasar Pagi
Ceceran Material Truk Bahayakan Pengendara, DPRD Samarinda Minta Pemkot dan Aparat Lakukan Penertiban
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 17:06 WIB

Penataan Pasar Pagi dan Pasar Subuh Harus Berkeadilan, DPRD Samarinda Minta Pemkot Hormati Hak Pedagang

Senin, 7 September 2026 - 17:03 WIB

Novan Minta Orang Tua Perketat Pendampingan Digital Penggunaan Gadget di Kalanagan Anak yang Kian Menjamur

Senin, 7 September 2026 - 17:01 WIB

Atur Pedagang Kaki Lima hingga Parkir Liar, DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Pasar Rakyat

Senin, 7 September 2026 - 16:59 WIB

Evaluasi DP2KB, DPRD Samarinda Tekankan Penanganan Stunting Tak Cukup Hanya Serap Anggaran

Jumat, 4 September 2026 - 16:57 WIB

Relokasi Pelabuhan Penumpang ke Palaran, Jasno Yakin Mampu Memicu Pusat Ekonomi Baru di Samarinda

Berita Terbaru