Wacana Pengalihan Pengelolaan Guru ASN ke Pemerintah Pusat, DPRD Samarinda Beri Respon Cepat

- Jurnalis

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi

Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi

Infonusa.co, Samarinda – DPR RI dan Pemerintah Pusat tengah membahas terkait peralihan pengelolaan guru Aparatur Sipil Negara (ASN). Selain itu, pemerintah juga telah membahas pengalihan pengelolaan dan pembiyaan guru ASN ke pemerintah pusat

Munculnya wacana tersebut, DPRD Kota Samarinda juga merespon baik terkait penataan guru ASN. Pasalnya, wacana yang terkuak itu dapat memberikan kepastian tentang status tenaga pendidik serta mengatasi kekurangan tenaga pendidik di setiap daerah.

Mengatahui itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, yang membidangi pendidikan angjat bicara. Dirinya menilai pembahasan mengenai PPPK penuh waktu berpeluang menjadi PNS perlu dilihat atas kebijakan pengelolaan guru oleh pemerintah pusat.

“Kalau seandainya kemudian memang benar wacana dari PPPK penuh waktu khususnya kemudian diangkat menjadi PNS, justru itu harapan kita,” tegasnya.

Namun, dirinya menggaris bawahi regulasi secara utuh terkait wacana yang menyebar itu. Ismail menyebut kepastian status merupakan hal penting bagi tenaga pendidik PPPK, mengingat mereka memiliki perjanjian dan mekanisme kerja sendiri.

Lenih lanjut, Ismail mengungkapkan apabila guru memiliki status yang lebih jelas, mereka dapat lebih fokus menjalankan tugas tanpa dibayangi ketidakpastian mengenai status kepegawaian.

Dirinya menilai, permasalahan tersebut sejalan dengan kondisi Samarinda yang mengalami kekurangan tenaga pendidik. Sebab, Ismail mengatakan selama satu tahun terdapat 100 guru yang memasuki masa pensiun.

Melihat kondisi tersebut sangat timpang dengan kebutuhan tenaga pendidik di Samarinda yang diperkirakan sekitar 500 sampai 700 orang. “Makanya sejak awal kemudian kita mendorong adanya formasi khususnya PNS untuk tenaga guru. Supaya menutupi kekurangan guru kita ini,” sambungnya.

Permasalahannya berlanjut, ketika pemerintah daerah saat ini tidak diperbolehkan mengangkat tenaga honorer baru. Sehingga, DPRD perlu mencari solusi terbaik dalam mengatasi kekosongan tenaga pendidik.

“Kami mendorong penggunaan skema Pegawai Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) untuk mengisi kebutuhan tertentu di ruang pendidikan,” ungkap Ismail.

Diakhir, dirinya bersama pihak DPRD Samarinda berharap tidak adanya pengurangan dan pensiun dini dari para tenaga pendidik di Samarinda. Hal itu akan menyebabkan kekosongan dan kekurangan, sehingga para siswa sisiw tidak mendapatkan layanan pendidikan. (San/Adv/)

Berita Terkait

DPRD Samarinda Gerak Cepat Dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkotika Untuk Generasi Muda
Dorong Perlindungan Pekerja, Sri Puji Astuti Soroti Pentingnya Surat Edaran Wali Kota
6.000 Anak di Samarinda Belum Bersekolah, Komisi IV DPRD Ungkap Dominasi Usia PAUD
Warga Ramai-Ramai Beralih ke Pertalite Membuat SPBU Mengular, Novan Syahronie Desak Pertamina Cari Solusi
Banyak Kios Mangkrak, Ketua DPRD Desak Pemkot Samarinda Tertibkan Pemilik Lapak di Pasar Pagi ​
Atasi Kekerasan Seksual, Sri Puji Astuti Setuju Hukuman Kebiri untuk Pelaku Kejahatan Berat
Utang Pemkot Samarinda Mencapai Rp671 Miliar, DPRD Minta Kejelasan Pelunasan
DPRD Samarinda Dorong Penguatan Implementasi Perda P4GN dan Integrasi Edukasi Narkoba di Sekolah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:51 WIB

Wacana Pengalihan Pengelolaan Guru ASN ke Pemerintah Pusat, DPRD Samarinda Beri Respon Cepat

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:49 WIB

DPRD Samarinda Gerak Cepat Dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkotika Untuk Generasi Muda

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Dorong Perlindungan Pekerja, Sri Puji Astuti Soroti Pentingnya Surat Edaran Wali Kota

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:13 WIB

6.000 Anak di Samarinda Belum Bersekolah, Komisi IV DPRD Ungkap Dominasi Usia PAUD

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Warga Ramai-Ramai Beralih ke Pertalite Membuat SPBU Mengular, Novan Syahronie Desak Pertamina Cari Solusi

Berita Terbaru