Infonusa.co, Samarinda – Penataan kawasan Stadion Utama Palaran kini difokuskan pada penguatan sistem pencahayaan sebagai bagian dari revitalisasi yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur. Pencahayaan dianggap krusial, tidak hanya dari sisi estetika, tetapi juga efisiensi energi.
Kepala UPTD Dispora Kaltim, Junaidi, menjelaskan bahwa lampu taman yang ada di sekitar stadion bukanlah sumber cahaya utama, melainkan lebih berfungsi sebagai elemen dekoratif untuk mempercantik area di malam hari.
“Jadi, lampu tamannya hanya sekedar hiasan saja atau hanya sebagai penerang tambahan saja,” ujarnya.
Penerangan utama kawasan stadion saat ini mengandalkan lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang menggunakan teknologi solar cell. Pemanfaatan tenaga surya dipilih untuk menekan biaya operasional dan mengurangi ketergantungan pada listrik konvensional.
“LPJU lah, yang menerangi dan itu menggunakan solar cell, sehingga tidak terlalu membebani biaya operasional kira-kira begitu,” terang Junaidi.
Meski biaya awal pengadaan lampu tenaga surya lebih tinggi, Junaidi menekankan bahwa penghematan jangka panjang menjadi pertimbangan utama.
“Memang untuk pembelian awal lebih mahal untuk lampu solar cell tetapi dari sisi operasional pemeliharaan dan sisi operasional beban operasionalnya pastilah lebih rendah,” jelasnya.
Apabila pencahayaan dari sistem solar cell belum mencukupi, pihaknya akan tetap menyalakan lampu konvensional sebagai penunjang, terutama saat ada aktivitas malam.
“Kalaupun situasinya kurang begitu terang kita nyalakan yang lampu konvensionalnya, kan, itu yang utama,” tambahnya.
Dalam rencana Anggaran Perubahan (ABT) 2025, UPTD Dispora Kaltim juga mengusulkan perbaikan lampu sorot utama di titik-titik strategis stadion.
“Nanti ada lampu tiang-tiang utama atau lampu-lampu tiang sorot utama, itu yang akan kita lakukan perbaikan lagi di ABT tahun 2025 ini,” kata Junaidi.
Revitalisasi stadion dilakukan secara bertahap, menyesuaikan skala prioritas berdasarkan fungsi vital infrastruktur, bukan sekadar aspek visual.
“Jadi memang kita bertahap, kalau stadion Palaran itu yang PR-nya mungkin banyak banget, termasuk gedung-gedung. Lalu kalau seandainya itu saya lakukan perbaikan terhadap gedung-gedungnya duluan misalnya,” jelasnya.
Dengan pendekatan bertahap dan efisien, UPTD Dispora Kaltim optimistis Stadion Utama Palaran akan kembali menjadi pusat kegiatan olahraga yang representatif dan membanggakan bagi masyarakat Kalimantan Timur. (Ina/Adv/DisporaKaltim)









