TKD Menyusut, Syarifatul Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Agar Layanan Publik Tetap Optimal

- Jurnalis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 20:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Sya’diah

Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Sya’diah

Infonusa.co, Samarinda – Menyempitnya ruang fiskal daerah akibat pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) dinilai tidak boleh berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan publik. Di tengah tekanan anggaran tersebut, Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Sya’diah, meminta pemerintah daerah untuk mengubah tantangan menjadi peluang melalui penguatan kolaborasi lintas sektor.

Menurut Syarifatul, kondisi fiskal yang terbatas justru menuntut cara kerja yang lebih adaptif dan inovatif. Pemerintah, kata dia, tidak bisa hanya mengandalkan skema anggaran konvensional, tetapi harus mulai membuka ruang kerja sama yang lebih luas.

“Situasi ini tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunkan mutu pelayanan. Justru di sinilah pemerintah ditantang untuk mencari pendekatan baru agar pelayanan tetap berjalan maksimal,” ujarnya.

Ia menilai model kolaborasi pentahelix—yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media—perlu dimaksimalkan dalam perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan. Dengan kerja bersama, berbagai keterbatasan sumber daya dinilai dapat diatasi secara lebih efektif.

“Ketika banyak pihak dilibatkan, pemerintah tidak bekerja sendirian. Ada ruang berbagi peran, berbagi sumber daya, dan fokus pada program-program yang benar-benar prioritas,” jelasnya.

Syarifatul juga menyoroti peran media yang dinilainya strategis, bukan hanya dalam menyebarluaskan informasi pembangunan, tetapi juga sebagai bagian dari kontrol publik terhadap jalannya kebijakan. Transparansi dan pengawasan, menurutnya, menjadi kunci agar setiap kebijakan tetap tepat sasaran.

Di sisi lain, ia menekankan bahwa optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tetap harus menjadi agenda penting untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah ke depan.

“Kolaborasi semua unsur harus terus dijaga. Dengan sinergi yang kuat, pelayanan publik bisa tetap terjaga meskipun anggaran sedang terbatas,” pungkasnya.

(Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Pemkab Kukar Sinkronkan Data Penerima Insentif Pelayan Keagamaan untuk 2027
Pemulihan Korban Kebakaran Melayu Dikaji Sekaligus dengan Penataan Jalan
Dispar Kukar Dorong Memanda Kutai Perluas Panggung hingga Nasional
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026

Berita Terbaru

Foto: Rapat pembahasan persiapan peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kukar. (Istimewa)

Advertorial

Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026

Senin, 12 Okt 2026 - 19:41 WIB