Thomas Sebut Olahraga Tradisional Kini Bertransformasi Jadi Arena Kompetitif di Kaltim

- Jurnalis

Jumat, 18 Juli 2025 - 15:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Seksi Olahraga dan Rekreasi Tradisional Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim

Kepala Seksi Olahraga dan Rekreasi Tradisional Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim

Infonusa.co, Samarinda — Olahraga tradisional yang selama ini identik dengan kegiatan budaya masyarakat mulai bergeser peran menjadi ajang yang lebih kompetitif. Perubahan ini ditandai dengan semakin kuatnya pembinaan dan dukungan organisasi olahraga masyarakat.

Kepala Seksi Olahraga dan Rekreasi Tradisional Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim, Thomas Alva Edison, menjelaskan bahwa olahraga tradisional tak lagi sekadar hiburan dalam festival atau perayaan.

“Sekarang olahraga tradisional sudah menjadi milik masyarakat, bukan hanya hiburan, tapi juga wadah pembinaan yang bisa dikembangkan,” ungkap Thomas.

Ia menilai hadirnya Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) menjadi faktor penting dalam mendorong pergeseran peran tersebut. Menurut Thomas, ada dua jalur utama dalam pengembangan olahraga nasional: olahraga prestasi dan olahraga masyarakat.

“Olahraga prestasi memang berfokus mencetak juara dari tingkat dini hingga nasional. Sementara olahraga masyarakat, termasuk olahraga tradisional, lebih menitikberatkan pada partisipasi, kesehatan, serta pelestarian identitas budaya,” jelasnya.

Meski begitu, ada beberapa cabang olahraga seperti panahan dan binaraga yang bisa bernaung di dua jalur sekaligus.

“Kalau di KONI, orientasinya murni mengejar prestasi. Sedangkan di KORMI, meski cabangnya sama, pendekatannya lebih santai, membangun komunitas, dan bisa diikuti semua kalangan,” tambah Thomas.

Transformasi ini diyakini mampu memberikan kontribusi prestasi bagi daerah tanpa mengurangi nilai budaya yang terkandung di dalam olahraga tradisional.

“Harapan kami, olahraga tradisional terus menjadi ruang perekat identitas daerah sekaligus sarana pembentukan karakter generasi muda yang sehat, tangguh, dan cinta budaya,” tutupnya. (Ina/Adv/DisporaKaltim)

Berita Terkait

Anggaran Sewa Mobil Dinas Rp160 Juta Sebulan Tuai Kritik, Komisi I DPRD Samarinda Agendakan Evaluasi Total
Yakob Desak Pemkot Samarinda Tingkatkan Keberpihakan pada Sanggar Seni
Apresiasi Prestasi Seni Suara, Celni Pita Sari Berkomitmen Jadi Donatur Rutin Tahunan Borneo Cantata
Pemenuhan Air Bersih Ditarget 2029, DPRD Samarinda Desak Perumdam Lakukan Akselerasi Lebih Cepat
Atasi Masalah Banjir Kota Tepian, Deni Hakim Anwar Desak Pemkot Bangun Sistem Drainase Terintegrasi
Polemik Bagi Hasil Teras Samarinda Menghangat, Iswandi Ingatkan Pemkot Jaga Iklim Investasi Daerah
DPRD Samarinda Panggil Disdikbud dan Desak Pembenahan Komunikasi Terkait Tersendatnya Intensif Guru 
Sempat Mandek, Komisi IV DPRD Samarinda Hidupkan Kembali Raperda Penanggulangan HIV-TB
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 15:20 WIB

Anggaran Sewa Mobil Dinas Rp160 Juta Sebulan Tuai Kritik, Komisi I DPRD Samarinda Agendakan Evaluasi Total

Senin, 25 Mei 2026 - 15:16 WIB

Yakob Desak Pemkot Samarinda Tingkatkan Keberpihakan pada Sanggar Seni

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:11 WIB

Apresiasi Prestasi Seni Suara, Celni Pita Sari Berkomitmen Jadi Donatur Rutin Tahunan Borneo Cantata

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:08 WIB

Pemenuhan Air Bersih Ditarget 2029, DPRD Samarinda Desak Perumdam Lakukan Akselerasi Lebih Cepat

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:58 WIB

Polemik Bagi Hasil Teras Samarinda Menghangat, Iswandi Ingatkan Pemkot Jaga Iklim Investasi Daerah

Berita Terbaru