Infonusa.co, Tenggarong – Persoalan layanan kesehatan di daerah pedalaman Kutai Kartanegara kembali menjadi sorotan. Anggota DPRD Kukar dari Dapil VI, Taufik Ridianur, menegaskan bahwa masyarakat di wilayah hulu masih menghadapi kendala serius, terutama terkait minimnya tenaga medis, baik di puskesmas maupun rumah sakit rujukan.
Menurut Taufik, kondisi geografis Dapil VI yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten membuat masyarakat setempat semakin merasakan dampaknya.
Pasalnya, jarak tempuh yang cukup panjang, ditambah dengan keterbatasan tenaga kesehatan, mengakibatkan pelayanan medis belum berjalan maksimal.
“Memang kendala kita di daerah Dapil 6 itu karena jaraknya jauh sekali. Jarak tempuh yang cukup panjang membuat masyarakat kesulitan, ditambah lagi masalah tenaga medis yang memang masih terbatas,” ujarnya, Kamis (28/8).
Ia menyoroti, sejumlah puskesmas di wilayah tersebut masih kekurangan tenaga dokter, bahkan di rumah sakit sebesar RSUD Dayaku Raja Kota Bangun pun masih belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat karena minimnya dokter spesialis.
“Jangankan puskesmas, rumah sakit sebesar RSUD Dayaku Raja di Kota Bangun saja masih kekurangan dokter-dokter spesialis. Ini tentu menjadi masalah serius yang harus segera dicari solusinya,” tambahnya.
Taufik berharap, pemerintah daerah, melalui dinas kesehatan, bisa segera menambah tenaga medis, terutama dokter umum dan spesialis, agar pelayanan kesehatan di Dapil VI bisa lebih merata.
Ia menilai, apabila kekurangan ini segera dipenuhi, maka masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh hingga ke Tenggarong atau ke RSUD AM Parikesit untuk mendapatkan layanan medis yang lebih lengkap.
“Harapannya pemerintah bisa segera memenuhinya. Dengan adanya dokter di setiap puskesmas maupun di RSUD Dayaku Raja, kebutuhan kesehatan masyarakat bisa langsung tertangani di wilayah mereka. Jadi tidak harus lagi ke Tenggarong atau ke AM Parikesit,” pungkasnya. (Adv)









